Sekarang ke Kawah Ijen Bisa Naik DAMRI, Cuma Rp 27 Ribu

Jurnalis: Ari Pangistu
Editor: Mustopa

28 Januari 2024 13:15 28 Jan 2024 13:15

Headline

Thumbnail Sekarang ke Kawah Ijen Bisa Naik DAMRI, Cuma Rp 27 Ribu Watermark Ketik
Mobil angkuta KSPN DAMRI saat terparkir di depan kantor Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso (Foto: Ari Pangistu/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Mau berkunjung ke Kawah Ijen, tapi males nyetir sendiri Tak usah khawatir, saat ini ada moda transportasi umum DAMRI yang melayani pengunjung ke lokasi wisata di Kecamatan Ijen, Bondowoso tersebut.

Namanya angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Ijen Geopark dengan harga flat jauh dekat hanya Rp 27 ribu. 

Menurut Bayu, Driver DAMRI, masyarakat bisa menikmati moda transportasi umum tersebut dengan memesan tiket terlebih dahulu melalui aplikasi DAMRI APPS. 

Harga tiket flat sebesar Rp 27 ribu ini, berlaku bagi semua wisatawan, baik wisatawan mancanegara atau pun domestik. 

“Armadanya ada dua, tiap armada ada 15 seat,” katanya. 

Ia menyebutkan, bahwa rute bus DAMRI angkutan KSPN Kawah Ijen ini berangkat dari Terminal Tawang Alun, Jember menuju Bondowoso pada pukul 08.00 dan pukul 20.00. 

Kemudian, tiba di Bondowoso sekira pukul 09.15 dan 21.15 WIB. Bus DAMRI ini akan menunggu penumpang yang telah memesan tiket di depan Kantor Pengurus Harian Ijen Geopark, atau Alun-alun Ki Bagus Asra. 

Perjalanan menuju Kecamatan Ijen berhenti di empat titik pemberhentian. Yakni, pertama Kampung Kopi Kluncing, kemudian Black Lava Plalangan, Kawah Wurung, dan Paltuding Kawah Ijen. 

“Sehari kami dua kali, pagi dari kota menuju kecamatan Ijen jam 09.15 dan 21.15. Kemudian, turun dari Ijen ke Tawang Alun itu jam 09.00 dan 14.30. Kita ada basecamp-nya di sana, di Cafe Nak Ijen,” ujarnya. 

Sebenarnya, kata Bayu, DAMRI bukan kali pertama memberikan moda transportasi khusus ke objek wisata Kawah Ijen.

Sebelumnya pernah ada, tetapi sempat berhenti karena pandemi Covid-19. Padahal saat itu, antusias pengunjung luar biasa, utamanya mahasiswa. 

Saat ini akhirnya kembali diaktifkan. Bahkan, di Kabupaten Banyuwangi sudah berjalan.

“Ini ada program dari pemerintah buat aktifkan lagi, soalnya yang Banyuwangi sudah jalan,” jelasnya. 

Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas, mengatakan, semula pemberhentian hanya di titik tertentu. 

Namun, akhirnya setelah rapat bersama, muncul empat titik rekomendasi pemberhentian. 

“Satu arah ya. Tidak menunggu wisatawan, kasihan yang lain. Nanti kan ada bus yang kedua,” jelasnya. 

Ia menjelaskan, hadirnya moda transportasi umum ini sangat memberian dampak positif. Ini juga sesuai dengan rekomendasi tim asessor Ijen Geopark yang memiberikan masukan pentingnya trasportasi umum. 

“Ini juga akhirnya memberikan dampak positif, karena berjalan sesuai dengan pengenbangan Geo wisata kita di kawasan Ijen Geopark,” pungkasnya.(*)

Tags:

Bondowoso #IjenGeopark DAMRI #KawahIjen #AyoKeBondowoso