Sektor Keuangan Masih Stabil di Tengah Menurunnya Gejolak Ekonomi Global

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

20 Februari 2024 10:42 20 Feb 2024 10:42

Thumbnail Sektor Keuangan Masih Stabil di Tengah Menurunnya Gejolak Ekonomi Global Watermark Ketik
Pelaksanaan PTIJK yang digelar di Jakarta. (Foto: OJK)

KETIK, JAKARTA – Pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) yang digelar di Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih terjaga dengan cukup baik.

Hal ini tak lepas dari permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga sehingga mampu menghadapi potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang ikut menghadiri PTIJK mengapresiasi kinerja OJK dan seluruh pihak dalam memajukan dan mewujudkan resiliensi industri jasa keuangan Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden RI berjanji untuk terus belajar dari krisis keuangan di masa lalu dan agar tetap waspada dalam menjaga industri jasa keuangan dan perekonomian.

"Terima kasih atas dedikasi Bapak/Ibu dan kerja keras OJK dalam memajukan sektor keuangan," kata Presiden Joko Widodo.

Dalam acara tersebut, OJK juga meluncurkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI). Peluncuran ini mendapatkan respon positif dari Presiden Joko Widodo, terutama terkait fungsinya dalam menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan inklusivitas.

"Saya mengapresiasi penyempurnaan taknonomi berkelanjutan Indonesia yang diluncurkan tadi oleh Ketua OJK sehingga inisiatif keuangan hijau bisa menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan dan inklusivitas," tambah pria yang akrab disapa Jokowi tersebut.

Untuk diketahui, saat ini OJK menilai ketidakpastian perekonomian global mulai menurun, namun masih terjadi divergensi pemulihan antarnegara. Indikator perekonomian menunjukkan pertumbuhan ekonomi termoderasi di beberapa negara, khususnya di negara Uni Eropa dan Tiongkok.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi, Aman Santosa menuturkan Perlambatan pertumbuhan ekonomi mendorong inflasi turun mendekati target inflasi sehingga memberikan ruang bagi bank sentral untuk lebih akomodatif.

"Di AS, The Fed mengisyaratkan akan menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 75 bps di 2024 dengan pasar menilai ekonomi AS masih cukup resilient," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ekonomi Inflasi OJK keuangan Likuiditas