KETIK, SURABAYA – Nyeri haid (dismenorea) adalah nyeri yang biasa dirasakan sesaat sebelum atau saat menstruasi. Umumnya gejala yang dirasakan adalah kram yang terpusat di perut bawah, kadang disertai nyeri pinggang.
Biasanya nyeri haid dimulai saat remaja karena siklus haid di usia ini masih suka berubah-ubah. Tetapi pada siklus ovulasi, kejadian ini akan berkurang seiring bertambahnya usia. Jadi, semakin dewasa usia seseorang, kemunculan nyeri haid seharusnya bisa berkurang.
Dikutip dari Alo Dokter, berikut berbagai penyebab nyeri gaid
1. Kontraksi otot pada rahim
Kontraksi ini dapat menekan pembuluh darah yang mengelilingi rahim, sehingga memutus suplai darah dan oksigen ke rahim. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan rahim melepaskan bahan kimia yang menimbulkan rasa nyeri, seperti prostaglandin.
2. Kondisi atau penyakit tertentu
Nyeri haid atau dismenore terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Dismenore primer adalah rasa nyeri yang umum dialami wanita, terutama di masa awal menstruasi.
Selain itu, nyeri haid juga bisa disebabkan oleh penyakit lain, seperti masalah pada kandung kemih atau saluran indung telur (tuba Falopi) dan penyempitan leher rahim.
Nyeri haid akibat dismenore sekunder biasanya terjadi lebih awal dari nyeri haid biasa dan berlangsung lebih lama.
Cara mengurangi nyeri haid
1. Terapi hangat di area perut
Isi botol kaca dengan air hangat dan letakkan di atas perut sebagai kompres. Pastikan untuk melapisi kulit dengan kain untuk menghindari panas langsung dari botol.
Suhu panas dari kompres ini akan membantu mengendurkan otot rahim yang kaku, yang merupakan salah satu cara efektif untuk mengatasi nyeri haid.
2. Terapi akupuntur
Terapi ini dapat membantu meredakan kram menstruasi dengan merangsang pelepasan endorfin, mengurangi peradangan, dan menciptakan rasa relaksasi.
3 Cukup minum air putih
Disarankan untuk minum minimal 2 liter air putih setiap hari. Selain itu, Anda bisa mengonsumsi jus buah tanpa gula tambahan sebagai sumber cairan. Buah memiliki rasa manis alami yang membuatnya tetap enak tanpa tambahan gula.
4. Pengelolaan stress
Nyeri haid dapat diperparah oleh stres, jadi penting untuk mengendalikan stres sebagai cara untuk mengurangi nyeri haid. Cobalah kegiatan yang dapat meningkatkan mood Anda, seperti menonton film, membaca buku, berbelanja, atau meditasi untuk merilekskan pikiran.
5. Mengonsumsi sumplemen
Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D, E, B1, dan B6 dapat membantu meredakan nyeri haid. Meskipun vitamin-vitamin ini dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, Anda juga dapat mempertimbangkan mengonsumsi suplemen tambahan untuk mengoptimalkan asupan nutrisi Anda. (*)
Tahukah Kamu, Ini Adalah Alasan Mengapa Perut Sakit saat Haid
10 Maret 2024 00:15 10 Mar 2024 00:15



Tags:
Nyeri haid nyeri menstruasi penyebap nyeri haid gejala solusi nyeri haidBaca Juga:
Khofifah Indar Parawansa Takziah ke Rumah Almarhumah Ibunda Mahfud MDBaca Juga:
Ibunda Meninggal Dunia, Siti Marwiyah Tulis Pesan Rindu dari Makkah; Ada Ayat Cinta untuk Sang IbundaBaca Juga:
Mahfud MD Sampaikan Pesan Penuh Haru saat Kehilangan Sang IbundaBaca Juga:
Mahfud MD: Hitungan Tapera Tidak Masuk AkalBaca Juga:
Tokoh Kampung Masa Kecil Mahfud MD di Pamekasan Kompak Solidkan Dukungan untuk Ganjar-MahfudBerita Lainnya oleh Shinta Miranda

3 April 2025 18:43
Longsor di Cangar, Tim SAR Surabaya Diterjunkan

3 April 2025 15:18
Makan Enak Tanpa Khawatir! Tips Sehat dari Pakar Unair untuk Lebaran

3 April 2025 14:54
Trump Umumkan Kenaikan Tarif 32% untuk Barang Impor dari Indonesia

3 April 2025 14:26
Surabaya Perketat Pendatang Pasca-Lebaran, Eri Cahyadi: 10 Tahun Tanpa Bantuan Pemkot

3 April 2025 11:00
Tercatat 44 Ribu Penumpang KAI Daop 8 di H+2 Lebaran 2025

3 April 2025 10:38
Serbu! KAI Hadirkan Promo Arus Balik, Berikut Kereta Jarak Jauh yang Dapat Potongan Harga

Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
