Ulama Al-Azhar Mesir Kagumi Banyaknya Jemaah dan Kemegahan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

29 Maret 2024 02:09 29 Mar 2024 02:09

Thumbnail Ulama Al-Azhar Mesir Kagumi Banyaknya Jemaah dan Kemegahan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Watermark Ketik
Ulama Mesir Syeikh Muhammad Sayyid Sulaiman Abdul Qadir saat mengunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya (28/3/2024). (Foto: Humas MAS)

KETIK, SURABAYA – Ulama Mesir Syeikh Muhammad Sayyid Sulaiman Abdul Qadir bersama rekannya, Syeikh Syarif Abdul Waris Mahmud Ali, ia mengadakan Safari Ramadan atas kerja sama antara Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dengan Kementerian Agama Indonesia.

Sejak awal Ramadan keduanya melakukan Safari Ramadan ke Kalimantan dan kali ini ke Masjid Al-Akbar Surabaya yang bertepatan dengan malam 17 Ramadan 1445 H atau Nuzulul Qur'an.

"Masjid Al-Akbar ini sangat berkesan karena jemaahnya akbar atau sangat banyak, jadi bisa sebagai ladang dakwah di negeri ini. Semoga, Indonesia menjadi negara yang penuh kedamaian, keberkahan, dam selamat dari marabahaya," katanya pada Kamis, (28/3/2024).

Dirinya mengingatkan jemaah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) untuk memaksimalkan ibadah pada separuh terakhir bulan Ramadan.

"Karena di separuh terakhir bulan Ramadan itu terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan," ujarnya dalam ceramah Nuzulul Qur'an.

Syeikh Umar mengapresiasi spiritualitas dan kebersihan di Masjid Al-Akbar Surabaya, terutama spiritualitas generasi muda yang datang ke masjid nasional itu.

"Saya pertama kali ke Surabaya pada tahun 2010 dan saya ingin bisa ceramah di masjid yang kubahnya terlihat bagus dari jalan tol ini, akhirnya bisa terlaksana setelah 14 tahun," katanya.

Sebelumnya, pada waktu yang sama tapi siang hari atau saat Shalat Dzuhur, Masjid Al-Akbar dikunjungi ulama Suriah yang juga anggota istimewa ulama sufi dunia, Syeikh Umar bin Muhammad Rajab Dieb.

"Kita memasuki bulan Ramadan penuh ampunan maka tidak beruntung orang yang justru tidak mendapat ampunan, karena itu Allah dan Rasul-Nya memerintahkan dzikir agar mendapat ampunan," kata Syeikh Umar di hadapan jamaah Salat Dzuhur MAS.

Syeikh Umar menyatakan sebagai seorang hamba Allah, sudah seharusnya menjadikan Ramadan tak sekadar menahan lapar dan dahaga.

"Tetapi tinggalkan larangan dan bersegera pada ampunan, karena kita tidak tahu umur kita," ujarnya, didampingi rekannya, Syeikh Amir bin Muhammad Rajab.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pengajian berita terbaru Masjid Al-Akbar Surabaya Masjid Agung Surabaya ulama mesir Safari Ramadan Ramadan Syeikh Muhammad Sayyid Sulaiman Abdul Qadir Hikmahramadan