Wacana Dana BOS Digunakan untuk Program Makan Siang Gratis, Ini Kata PGRI Jember

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

7 Maret 2024 16:19 7 Mar 2024 16:19

Thumbnail Wacana Dana BOS Digunakan untuk Program Makan Siang Gratis, Ini Kata PGRI Jember Watermark Ketik
Kegiatan belajar mengajar di SMPN 7 Jember (7/3/2024) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Wacana program makan siang gratis dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menuai beragam reaksi. Respons positif dan negatif muncul dari pihak lembaga pendidikan.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember memberikan komentar soal wacana pelaksanaan program makan siang gratis bila menggunakan dana BOS.

Ketua PGRI Jember, Supriyono menyampaikan beberapa catatan soal penggunaan dana BOS. Menurutnya anggaran makan siang gratis sebesar Rp 15.000 per anak setiap harinya akan membebani. 

“Ada sesuatu yang akan tidak bisa dicover dana BOS. Karena biaya operasional sekolah sudah ditetapkan secara cermat,” ujarnya saat ditemui, Kamis (7/3/2024).

Lebih lanjut, Supriyono menghitung-hitung perkiraan biaya yang akan dikeluarkan sekolah per bulannya untuk menjalankan program yang digagas oleh capres-cawapres nomor urut 02 itu.

“Katakanlah satu bulan ada 25 hari efektif, berarti Rp 15.000 dikali 25 itu sudah Rp 375.000 per anak. Misalnya ada 100 siswa ya tinggal menghitung aja,” lanjutnya.

Untuk menyokong anggaran tersebut, kebutuhan-kebutuhan yang lain pastinya akan dianulir. Menurutnya anggaran dana BOS harus ditambah untuk makan siang gratis.

“Dana BOS harus ditambah, khusus untuk anggaran makan siang gratis supaya sekolah tidak mengurangi anggaran-anggaran yang memang sangat dibutuhkan untuk operasional siswa,” kata Supriyono.

Ia juga menilai bahwa rencana pemerintah memperbaiki kondisi stunting melalui program makan siang gratis merupakan langkah kuratif untuk sekadar mengatasi saat ini anak usia sekolah yang mengalami gizi buruk.

Sehingga perlu diadakan program lain yang mengatasi penyebab stunting hingga ke akarnya.

Namun, ia mengakui bahwa program makan siang gratis juga baik apabila dibarengi dengan teknis pelaksanaan yang jelas hingga ke tingkat terbawah.

"Seperti penetapan standar menu yang diinginkan pemerintah, jadi pelaksanaan program ini tidak sia-sia,” tuturnya.

Sementara, guru sekaligus humas SMPN 7 Jember Syahrowi mengaku keberatan jika anggaran program makan siang gratis dibebankan kepada Dana BOS. 

“Kecuali memang ada tambahan anggaran untuk program makan siang gratis di luar dari Dana BOS,” ujarnya.

Menurutnya dana tersebut saat ini sudah pas untuk slot-slot operasional sekolah.(*)

Tags:

program makan siang gratis Dana Bos anggaran harus ditambah PGRI Jember Jember