Begini Kata Polisi Soal Satu Keluarga di Kabupaten Malang Tewas Diduga Bunuh Diri

Jurnalis: Gumilang
Editor: Marno

12 Desember 2023 13:45 12 Des 2023 13:45

Thumbnail Begini Kata Polisi Soal Satu Keluarga di Kabupaten Malang Tewas Diduga Bunuh Diri Watermark Ketik
Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat ketika di lokasi bunuh diri satu keluarga. (Foto: Gumilang/ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Polres Malang mendalami motif satu keluarga di Kabupaten Malang ditemukan tewas diduga bunuh diri, Selasa, (12/12/2023). Kasatreskrim Polres Malang AKP Gandha Syah Hidayat menjelaskan, sejauh ini penyebab kematian diduga bunuh diri.

Ketiga orang dalam satu keluarga yang tewas diduga bunuh diri adalah Wahab (38), bersama istrinya Sulikha (35) dan anaknya AKE (13). Diketahui, Sulikha dan anaknya AKE diduga bunuh diri dengan menenggak obat nyamuk cair.

Sedangkan ayahnya Wahab melakukan bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangan hingga berdarah.  "Dugaan sementara, mengarah bunuh diri dilakukan satu keluarga. Satu keluarga ada empat orang. Untuk motif, masih sangat kami dalami," ujar AKP Gandha Syah Hidayat.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk kedua korban yakni Sulikha (35) dan anaknya AKE (13) saat dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) diketahui mengeluarkan busa di mulutnya.

"Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan anak korban, peristiwa itu terjadi kurang lebih pukul 03.00 WIB," kata Perwira Pertama atau Pama kepolisian dengan tiga balok di pundaknya ini.

Lalu, Kasatreskrim Polres Malang menjelaskan kronologi secara rinci. Saat itu, korban Wahab membangunkan ARE untuk pindah kamar tidur bersama istrinya, Sulikha. Ketiga orang tersebut berada dalam satu kamar.

Sementara itu, AKE melanjutkan tidur, kemudian terbangun dan menyadari sudah terlalu siang untuk melaksanakan ibadah salat subuh. AKE kemudian bangun dan menuju kamar orang tuanya.

Namun, setelah memukul-mukul pintu kamar, AKE tidak mendapat respons dari dalam kamar orang tuanya tersebut. Kemudian, anak tersebut teriak minta tolong ke tetangga.

"Selanjutnya, tetangga masuk dan ditemukan bahwa WE dalam kondisi berlumuran darah," ungkapnya.  Saat di TKP, kata ia, petugas menemukan tulisan maupun pesan.

Tulisan itu yakni  "Jaga diri kakak baik-baik, menurut sama uti (nenek), uang papa mama untuk pemakaman". Menurutnya, dugaan kuat hingga saat ini bunuh diri bukan pembunuhan.

"Fakta yang kami temukan, hanya ada satu akses pintu keluar masuk. Memang ada jendela di belakang, tapi, tidak ada kerusakan atau pemaksaan dibuka," tegasnya.

Seperti diberitakan ketik.co.id sebelumnya, Warga Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dihebohkan dengan peristiwa tewasnya satu keluarga diduga melakukan bunuh diri, Selasa, (12/12/2023).

Diketahui, Sulikha dan anaknya AKE diduga bunuh diri dengan menenggak obat nyamuk cair. Sedangkan ayahnya Wahab melakukan bunuh diri dengan cara menyayat pergelangan tangan. Satu anak lainnya berinisial ARE dalam keadaan selamat.

Tags:

bunuh diri Kabupaten Malang Polisi Polres Malang