97 Persen Kasus Stunting di Kota Malang Akibat Asap Rokok

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

17 Mei 2024 04:18 17 Mei 2024 04:18

Thumbnail 97 Persen Kasus Stunting di Kota Malang Akibat Asap Rokok Watermark Ketik
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Kurangnya asupan gizi bukan menjadi satu-satunya faktor yang menyebabkan seorang anak mengalami stunting. Terdapat beragam faktor yang memengaruhi, salah satunya perilaku orang tua ataupun orang-orang sekitar yang merokok.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito menjelaskan dari hasil rembuk stunting, paparan rokok memberikan pengaruh besar terhadap bayi stunting yakni hingga 97 persen.

"Pengaruhnya sangat besar. Dari beberapa rembuk stunting itu (paparan rokok) urutan pertama, 97 persen. Kemudian disusul kekurangan energi kritis dan juga pola asuh," ujar Donny, Jumat (17/5/2024).

Dari laman Kementerian Kesehatan, disebut bahwa asap rokok dari orang tua perokok berefek pada tumbuh kembang anak. Gizi yang harusnya dapat diserap anak justru terhambat akibat asap rokok.

Selain itu, belanja rokok dapat menyebabkan berkurangnya jatah belanja makanan bergizi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Donny mengungkapkan Kota Malang telah memiliki Perwal nomor 12 tahun 2023 yang mengatur mengenai ruangan bebas asap rokok. Diharapkan melalui aturan tersebut dapat mengurangi dampak asap rokok khususnya pada anak.

"Dari beberapa stunting, yang paling besar disebabkan karena di rumah itu ada aktif merokok. Sehingga Pak Wali kota dan Kadinkes mengeluarkan perwal terkait kawasan bebas asap rokok. Salah satunya kan itu di tempat-tempat umum termasuk di angkutan umum," katanya.

Meskipun belum memiliki kajian mendalam, Donny menyebut rata-rata terjadi pada masyarakat hang hidup di bawah garis kemiskinan.

"Itu belum ada kajiannya, ya meskipun secara eksisting di lapangan kita lihat di bawah kurang mampu. Cuma kita kan belum tahu kurang mampu atau dia di situ rumahnya ngontrak, belum mendalami," tambahnya.

Selain itu Dinsos-P3AP2KB Kota Malang juga sempat menemukan kasus bayi stunting yang disebabkan oleh pola asuh. Peristiwa tersebut terjadi akibat orang tua yang menitipkan anak-anaknya kepada sang nenek tanpa dibekali pengetahuan terkait pemenuhan gizi.

"Ada beberapa contoh ditemukan bayi yang resiko stunting, itu karena kedua orang tuanya bekerja sehingga dititipkan ke kakek neneknya. Sehingga kami mendampingi dengan pendamping keluarga," jelas Donny.

Untuk itu Dinsos-P3AP2KB Kota Malang tak hanya membekali keterampilan bagi orang tua melalui Sekolah Orang Tua Hebat saja. Edukasi juga diberikan kepada keluarga lain khususnya lansia.

"Selain itu ada sekolah orang tua hebat, salah satunya untuk memberikan edukasi kepada keluarga khususnya lansia. Edukasinya terkait hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan termasuk stunting," paparnya.(*)

Tags:

Stunting Kota Malang Pengaruh Asap Rokok Asap Rokok Penyebab Stunting Anak Rtunting Kota Malang Dinsos-P3AP2KB kota malang