KETIK, MALANG – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang akan melakukan perbaikan terhadap atap Pasar Comboran pasca tragedi kebakaran. Perbaikan tersebut digadang membutuhkan anggaran hingga Rp 2 miliar.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menjelaskan, kerusakan parah terjadi pada lantai atas Pasar Comboran. Atap-atap di Pasar Comboran juga ludes terbakar dan sempat membuat pasar banjir saat terjadi hujan deras.
Perbaikan tersebut perlu segera dilakukan mengingat para pedagang terlihat sudah melakukan aktifitas jual beli, termasuk pedagang yang terdampak kebakaran.
"Lantai 3 100 persen rusah parah, atapnya sudah hilang dan untuk perbaikan keseluruhan membutuhkan anggaran sebesar Rp 2 miliar," ujar Eko, Sabtu 2 November 2024.
Perbaikan tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2025 nanti. Dalam perbaikan nanti, bagian dalam Pasar Comboran akan dilengkapi dengan apar.
Untuk saat ini, pembersihan telah dilakukan pasca api dipastikan padam. Khususnya di lantai 3, banyak bertebaran pakaian, barang dagangan warga, hingga kerangka mobil yang hangus terbakar.
"Sudah dibersihkan, tapi kita ada bantuan di Pemerintah untuk perbaikan atap dan pembersihan. Untuk pembangunan yang lebih mengarah ke perbaikan itu di 2025," tambahnya.
Eko menyebutkan bahwa untuk melakukan upaya pembersihan dan perbaikan atap, menelan anggarap Rp 170 juta.
"Bagian yang perlu diperbaiki sementara ini adalah atap supaya air tidak masuk saat hujan," tutupnya. (*)
Diskopindag Kota Malang Akan Perbaiki Pasar Comboran, Anggaran Mencapai Rp 2 Miliar
2 November 2024 16:34 2 Nov 2024 16:34



Tags:
Diskopindag Kota Malang Kota Malang Pasar Comboran Perbaikan PasarComboranBaca Juga:
Pelajar Asal Jember Tenggelam di Dam Sungai Berut BlitarBaca Juga:
Melihat Indahnya Eksotisme Pantai Serang BlitarBaca Juga:
Anti Boros! Berikut Tips Mengelola THR dengan BijakBaca Juga:
Warung Mbok Marem, Pecel Legendaris di Kabupaten BlitarBaca Juga:
Pantai Peh Pulo, Sajikan Nuansa Raja Ampat di Blitar SelatanBerita Lainnya oleh Lutfia Indah

3 April 2025 20:00
Serunya Membaca Tulisan Neneng Rosdiyana, Perempuan Tani Pengambil Alih 'Marxisme Indonesia'

3 April 2025 19:00
Anti Boros! Berikut Tips Mengelola THR dengan Bijak

3 April 2025 16:00
Aktif di Linkedin, Anies Baswedan Bagikan 3 Cara Memilih Karir

3 April 2025 12:00
Mengenal Micromanagement, Gaya Kepemimpinan Atasan yang Tidak Disukai Gen Z!

2 April 2025 15:30
Tak Hanya Kayutangan Heritage, Pemerataan Pembangunan Kampung Tematik Jadi Sorotan

2 April 2025 09:00
Fakta Unik Kucing, Dianggap Hewan Suci di Zaman Mesir Kuno

Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
Trend Terkini

28 Maret 2025 23:41
Perjuangan Siti Lutfiyatul Kharisma, Mahasiswi UINSA Finalis Aksi Indonesia Asal Pelosok Desa Senori Tuban

31 Maret 2025 04:29
Lebaran Idul Fitri, Satu Dusun di Probolinggo Terisolir

30 Maret 2025 13:35
Sambat Bunda vs Wadul Guse: Efisiensi atau Pemborosan Anggaran? Studi Kasus Jember-Lumajang

31 Maret 2025 15:40
Usai Sholat Idulfitri, Bupati Situbondo Makan Bersama Ala Santri

30 Maret 2025 13:40
Curah Hujan Tinggi, Petani Bawang Merah di Kabupaten Probolinggo Merugi Ratusan Juta
