BPS Mencatat Inflasi Jember Bulan November Terendah Kedua di Jatim

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

1 Desember 2023 09:25 1 Des 2023 09:25

Thumbnail BPS Mencatat Inflasi Jember Bulan November Terendah Kedua di Jatim Watermark Ketik
Kepala BPS Jember, Tri Erwandi (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi bulanan Jember pada bulan November 2023 sebesar 0,28 persen. Dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 118,04. 

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan Jawa Timur sebesar 0,31 persen dan Nasional dengan inflasi 0,38 persen.

Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, semua mengalami inflasi. Jember menduduki posisi inflasi terendah kedua setelah Kota Surabaya disusul Kediri, Malang dan Banyuwangi. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,43 persen.

Komoditas yang memiliki andil inflasi November 2023 tertinggi adalah cabai rawit, beras, cabai merah, emas perhiasan, bawang merah, gula pasir, upah asisten rumah tangga, buncis, tarif kendaraan roda 2 online, dan tempe.

Sedangkan, komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan adalah bensin, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, buah pir, buah naga, minyak goreng, salak, pasta gigi, sepatu wanita. 

Kepala BPS Jember, Tri Erwandi mengatakan cabai rawit sebagai salah satu pemegang andil inflasi tertinggi karena harganya melambung tinggi selama satu bulan terakhir. “Kaitannya dengan supply dan demand,” jelasnya usai menyampaikan rilis statistik, Jumat (1/12/2023) sore.

Produksi cabai rawit saat ini tengah menurun karena kemarau panjang yang berpengaruh pada produktivitas. Sedangkan bulan ini baru saja memasuki musim penghujan.

Di samping itu, inflasi tahunan Kabupaten Jember merupakan yang terendah di Jawa Timur. Hal itu merupakan capaian yang sangat baik mengingat upaya yang dilakukan selama 11 bulan terakhir membuahkan hasil. 

"Tapi jangan lengah, terutama saat menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru)," tegas Tri.(*)

Tombol Google News

Tags:

Inflasi Jember Terendah kedua jatim Cabai rawit BPS Badan Pusat Statistik