KPK Beri Pendidikan Anti Korupsi Melalui Roadshow Film

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

21 Juni 2024 10:37 21 Jun 2024 10:37

Thumbnail KPK Beri Pendidikan Anti Korupsi Melalui Roadshow Film Watermark Ketik
(Dari kiri ke kanan) Sammaria Simanjuntak, Guntur Kusmeiyano, dan Alfian Alfarisi setelah konferensi pers roadshow di Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Sudah satu dekade Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pendidikan anti korupsi melalui film. Roadshow Movieday Anti Corruption Film Festival (ACFFest) rencananya digelar di beberapa kota, salah satunya Kota Malang. 

Dengan roadshow tersebut diharapkan pesan-pesan yang disampaikan mampu menyentuh relung hati penonton. Guntur Kusmeiyano, Kepala Sekretariat Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK menilai film menjadi media efektif untuk pendidikan anti korupsi. 

Terlebih film-film yang diputar menyasar pelajar yang nanti akan menjadi generasi penerus dan pemimpin bangsa.

"Berbeda dengan pencegahan yang menutup peluang korupsi atau penindakan yang menangkap, menyita, dan lainnya. Kalau pendidikan memang menyentuh relung pribadi dan itulah mengapa kami basisnya di sinema, di bioskop karena orang akan fokus di situ," ujar Guntur, Jumat (21/6/2024). 

Menurutnya, pemberantasan korupsi melibatkan serangkaian aksi mulai dari koordinasi, supervisi, pencegahan, penindakan, serta peran serta masyarakat. KPK juga memiliki tiga strategi yang salah satunya pendidikan. 

Dengan mengkolaborasikan pendidikan dan peran serta masyarakat, diharapkan nilai dalam film mampu tutur tinular dalam kehidupan masyarakat. 

"Setiap tahun di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ada indeks perilaku anti korupsi (IPAK). Fungsinya mengukur persepsi anti korupsi masyarakat, dan pengalaman," lanjutnya. 

KPK juga mempunyai metode penyebaran nilai-nilai anti korupsi melalui Jumat Bersepeda KK akronim dari jujur, mandiri, bertanggungjawab, berani, sederhana, disiplin, adil, dan kerja keras. 

"Pada tahun 2006 seluruh expert baik dari dunia pendidikan, hukum, psikolog, perfilman, melahirkan sembilan nilai anti korupsi. Itu yang kita bumikan saat ini khususnya melalui film," jelas Guntur. 

Sementara itu, sutradara film Giru-Guru Gokil, Sammaria Simanjuntak menjelaskan seni film mampu menyampaikan pesan dengan mudah di hadapan masyarakat. Dengan demikian pembuatan film dengan menyasar masyarakat khususnya generasi muda merupakan cara yang tepat. 

"Kita sebagai sineas sangat bangga karena bisa dilibatkan untuk ikut di acara yang memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini seperti ini. Jadi harapannya bisa sedikit membantu untuk menumbuhkan pendidikan anti korupsi kepada masyarakat," katanya. 

Hal tersebut juga dirasakan M. Alfian Alfarisi Finalis Ide Cerita 2022 dengan karyanya yang berjudul Lansia Lan Sopo. Melalui ACFFEST ia berhasil mendapat pandangan baru tentang ide-ide kreatif. 

"Kami juga mendapatkan networking dari beberapa finalis di beberapa daerah, dan membangun relasi yang membuka jalur untuk berkolaborasi nantinya," ujarnya. 

Tags:

kpk ri Pendidikan Anti Korupsi ACFFEST2024 Kota Malang