BI Malang Ajak Warga Waspadai Uang Palsu Saat Lebaran, Ini Cara Identifikasinya

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

8 April 2024 09:00 8 Apr 2024 09:00

Thumbnail BI Malang Ajak Warga Waspadai Uang Palsu Saat Lebaran, Ini Cara Identifikasinya Watermark Ketik
BI imbau masyarakat waspada peredaran uang palsu. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Momen lebaran selalu identik dengan bagi-bagi tunjangan hari raya (THR) atau salam tempel. THR tidak hanya diberikan dari perusahaan kepada karyawan, namun dari anggota keluarga tertua kepada anggota keluarga muda.

Pada momen sebelum lebaran, banyak bermunculan penjual uang pecahan baru di pinggir jalan. Uang-uang yang dijajakan belum tentu terjamin keasliannya. Untuk itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina mengajak masyarakan untuk waspada akan peredaranuang palsu.

Antisipasi tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan 2D, yaitu dilihat, diraba, diterawang pada uang yang telah diterima.

"Antisipasi uang palsu tentunya selalu ingat dengan 3D, petugas kami juga sudah melakukan sosialisasi untuk bangga uangrupiah dan juga peredaran uang palsu," ujar Febri.

Upaya pertama ialah dilihat yakni dalam memeriksa keaslian uang yang diterima dapat dengan melihat warnauang yang tampak jelas dan terang. Dalam uang kertas terdapat benang pengaman dan juga tulisan BI yang tersembunyi dan dapat terlihat dari berbagai sudut.

Kemudian diraba, terasa tekstur uang yang cenderung kasar. Menurut Febri hal tersebut disebabkan uang terbuat dari serat kapas, dan bukan berasal dari kertas. Terakhir ialah ketika diterawang muncul tanda air berupa gambar pahlawan dalam uang rupiah asli.

"Saat diraba itu terasa kasar karena berasal dari serat kapas, bukan kertas jadi tidak licin. Kemudian diterawang ada gambar watermarknya, rectoverso yang saling mengisi logo Bank Indonesia. Itu cara yang paling mudah," lanjutnya.

Apabila masyarakat menemukan peredaran uang palsu, dapat langsung melaporkan ke perbankan. Nantinya pihak bank akan klarifikasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Kalau menemukan uang palsu, sebenarnya bisa langsung ke perbankan. Nanti bank yang melakukan pelaporan, klarifikasi ini asli apa enggak. Kemudian biasanya sama BI juga dilaporkan ke kepolisian. Muaranya ke situ," kata Febri.

Selain itu ia juga meminta masyarakat berhati-hati dengan modus penipuan melalui media sosial yang kerap menawarkan hadiah atau thr apabila sudah mentransfer sejumlah uang dengan nominal tertentu.

"Waspada penipuan melalui medsos, katanya ada yang whatsapp katanya dapat hadiah. Ada pengaduan di BI dia dapat hadiah dan sudah transfer, ternyata penipuan. Kami imbau agar hati-hati dalam transfer uang ke siapapun, harus tahu tujuannya apa," tuturnya. (*)

Tags:

BI Malang Bank Indonesia Malang Bank Indonesia Kota Malang Peredaran uang palsu Waspada Uang Palsu lebaran THR