Gen Z di Pemilu 2024: Bingung Tapi Tidak Golput

Jurnalis: Siti Fatimah
Editor: Marno

15 Februari 2024 15:41 15 Feb 2024 15:41

Thumbnail Gen Z di Pemilu 2024: Bingung Tapi Tidak Golput Watermark Ketik
Nimas Ayu setelah mencoblos di TPS 02 Medaeng (Foto: Fatimah/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Antusiasme Gen Z turut mewarnai perayaan pemilu 2024, Rabu (14/2/2024). Meski sempat alami kebingungan, namun mereka tetap menyalurkan hak suaranya dan tidak memilih golput.

Bagaimana pengalaman mereka selama mengikuti pemilu? Mengingat Gen Z adalah sekelompok anak muda usia 20 an yang menyumbang presentase besar dalam pelaksanaan pemilu 2024.

Pencoblosan

Shofia Carissa Putri (21) mengaku tidak kesulitan saat melaksanakan proses pencoblosan di TPS 02 Petungasri, Perumahan Batu Mas.

Ia juga tidak merasa kebingungan dengan aturan pencoblosan. Seperti aturan saat berada di TPS, jenis-jenis kertas yang diberikan petugas hingga cara pencoblosan yang benar.

“Kalau kebingungan di TPS enggak ya. Karena sebelumnya saya sudah mencari tahu terkait aturan-aturan tersebut lengkap. Jadi nggak merasa kesulitan,” ungkap perempuan yang akrab disapa Shofia itu.

Ia mengatakan sosial media sangat membantunya dalam menggali informasi terkait aturan pencoblosan. Mulai dari masalah kertas sampai cara mencoblos di setiap kertas semua ada di internet.

“Sekarang kan sudah zamannya info-info di internet meluas. Saya sempet liat di TikTok dan Instagram cara mencoblos di tiap-tiap kertas sampai cara melipatnya,” ujarnya pada Ketik.co.id, Rabu (14/2/2024).

Selaras dengan itu, Nimas Ayu juga mengaku tidak begitu kesulitan saat berada di TPS 02 Medaeng. Karena sebelumnya sudah mencari informasi terkait aturan-aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya udah cari info sebelumnya di internet soal cara mencoblos. Jadi tidak begitu kesulitan, karena sudah tahu,” terang mahasiswa UINSA tersebut.

Mantap Pilih Capres

Saat memilih capres cawapres, awalnya Shofi sempat bimbang dalam menentukan pilihan di pemilu 2024 ini. Untuk mengatasinya, ia pun berdiskusi dengan orangtuanya supaya mendapatkan arahan.

“Saya sempat diskusi dengan mama papa. Akhinya ortu menyuruh untuk mencari informasi pada tiap-tiap paslon,” paparnya.

Foto Shofi dan mama setelah mencoblos di TPS 02 Petungasri (Foto: dok.pribadi)Shofi dan mama setelah mencoblos di TPS 02 Petungasri (Foto: dok.pribadi)

Proses riset ini, lanjutnya, membutuhkan waktu sekitar 4 bulan sebelum mantap menentukan pilihan.

“Saya benar-benar nyari ya itu dan mengikuti terus informasinya lewat berita terpercaya, sosial media, acara debat capres,” lanjut mahasiswa semester 8 itu.

Setelah perjalanan panjang tersebut, sebulan sebelum pemungutan suara ia mantap memilih salah satu paslon.

Begitu juga dengan Nimas Ayu. Mahasiswa asal Sidoarjo ini sempat bingung menentukan siapa calon presiden ke depan. Ia pun melakukan beberapa riset untuk memantapkan hati.

“Tentu saja saya riset sebelum memilih. Selain dari sosial media dan mengikuti debat capres, saya sering diskusi dengan dosen di kampus untuk memantapkan hati,” ungkapnya ketika ditemui Ketik.co.id.

Bingung Pilih Dewan

Berbeda saat memilih capres, di pemilu 2024 ini keduanya lebih merasa kebingungan ketika memilih anggota dewan.

Pasalnya, informasi tentang sosok anggota dewan, baik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini terbilang minim.

“Kalau milih caleg itu jelas bingung ya. Karena nggak tahu sama sekali latar belakangnya, orangnya yang mana, di sosial media pun nggak terupdate profilnya,” tutur Nimas.

Sama halnya Shofi, ia merasa sangat bingung memilih anggota dewan karena minimnya informasi yang ia dapatkan terlebih visi misi dari caleg tersebut.

“Jujur kalau itu bingung banget. Karena cuma tahu nomor urut, nama partai, sama namanya mereka aja yang mampang di jalan. Itu pun cuma sekilas. Saya nggak tau visi misi mereka apa, tujuannya apa, latar belakangnya gimana,” ungkapnya.

Tidak Golput

Kebingungan yang mereka rasakan tidak menyurutkan semangatnya mengikuti pemilu 2024. Mereka tetap menyalurkan hak suaranya sebagai warga negara dengan mendatangi TPS masing-masing.

“Jangan golputlah. Karena satu suara kita itu menentukan masa depan bangsa,” ujar Shofi.

Mereka pun mengajak semua orang, terlebih pemilih pemula untuk tetap ikut memilih meskipun mengalami  kebingungan.

“Semua harus milih. Jangan sampai tidak, meski sebagai pemilih pemula sempat merasakan bingung tapi harus memilih untuk Indonesia,” tutup Nimas Ayu.(*)

Tags:

pemilu2024 Pemilih pemula Gen Z memilih Capres-Cawapres pilpres2024