Insentif untuk Guru Ngaji Jember Cair, Baru 12 Ribu Penerima

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

28 November 2023 09:32 28 Nov 2023 09:32

Thumbnail Insentif untuk Guru Ngaji Jember Cair, Baru 12 Ribu Penerima Watermark Ketik
Guru ngaji di Jember saat menghadiri penyerahan insentif secara simbolik, Selasa (28/11/2023) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Setelah sempat gagal dicairkan saat lebaran kemarin, insentif guru ngaji muslim, non muslim dan mudin di Kabupaten Jember baru dicairkan pada Selasa (28/11/2023). Sebanyak 12.591 penerima manfaat mendapatkan insentif sebesar Rp 1,5 juta.

Hal itu disampaikan saat penyerahan insentif secara simbolik oleh Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Achmad Musoddaq di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (28/11/2023). 

Penyerahan tersebut merupakan tahap pertama yang dilakukan kepada guru ngaji yang sudah melalui tahap validasi. 

Musoddaq menyampaikan ada 21.200 guru ngaji yang masuk dalam daftar penyaluran insentif saat pendataan awal. Sedangkan berkas yang dikumpulkan sesuai dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru 14.723 penerima. 

Dari angka itu belum semua dapat mencairkan karena berbagai alasan. "Karena penerima sudah meninggal, rekening bukan atas nama diri sendiri, nomor rekening salah, saldo minimal bahkan habis tidak bisa ditransfer, rekening tutup sudah 4 tahun yang lalu," bebernya.

Namun bagi yang belum menerima masih mendapat kesempatan untuk melengkapi dan memperbaiki data-data yang dipersyaratkan hingga 5 Desember 2023. 

Data sementata yang belum masuk ada 6.488 guru ngaji. Pemkab meminta guru ngaji yang belum melengkapi data segera melakukan. "Bila melalui verifikator dirasa masih mengalami kesulitan, dapat langsung datang ke bagian Kesra Pemkab Jember," jelas Musoddaq.

Sementara, Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan insentif baru bisa dicairkan di penghujung tahun karena menyesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemkab Jember melalui P-APBD 2023.

"Tahun depan semua akan dapat lagi. Besaran masih sama, menyesuaikan anggaran kami. Tentunya akan kita pacu ngaran dengan meningkatkan PAD," tutup Hendy.

Penerima insentif asal Ambulu Lutfiatul Muniroh mengaku sangat senang sekali. Meski jumlahnya tidak terlalu besar, insentif tersebut memberinya banyak manfaat.

Sebelumnya, perempuan yang sejak 2009 menjadi guru ngaji di TPQ Assyifa itu telah melengkapi beberapa persyaratan. "Ada KTP, surat pernyataan, foto mengajar, buku rekening, hingga daftar nama anak didik," tuturnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

insentif guru ngaji Jember . Cair tahap satu