WHO Ungkap Pandemi Tingkatkan Depresi

Jurnalis: Shinta Miranda

29 Juni 2022 04:58 29 Jun 2022 04:58

Thumbnail WHO Ungkap Pandemi Tingkatkan Depresi Watermark Ketik
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus .(foto: doc.WHO)

KETIK, SURABAYA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar acara 'Rethinking Mental Health: A Commonwealth Call to Support, Care and Transform' di Rwanda, pada Rabu (22/6/). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan dalam acara tersebut, bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada kesehatan mental. WHO memperkirakan bahwa kondisi seperti depresi kecemasan telah meningkat lebih dari 25 persen sejak pandemi dimulai, menambah hampir satu miliar orang yang sudah hidup dengan gangguan mental.

Tedros menyatakan penelitian WHO menemukan bahwa "kelompok yang paling terpengaruh adalah wanita dan orang yang lebih muda, terutama mereka yang berusia 20 hingga 24 tahun," ucapnya dikutip dari website resmi WHO, Selasa (28/6/2022).

Ia juga menyatakan orang dengan gangguan mental yang sudah ada sebelumnya, terutama gangguan mental yang parah seperti psikosis atau gangguan bipolar, ketika terinfeksi Covid-19 memiliki risiko lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit terkait Covid-19.

Sayangnya, hampir setengah dari negara yang disurvei oleh WHO melaporkan adanya gangguan pada layanan kesehatan mental dan neurologis.

Tedros menyatakan rata-rata "hanya ada 2 pekerja kesehatan mental untuk setiap 100.000 orang,".

"Salah satu temuan yang sangat mengkhawatirkan dari survei kami adalah bahwa layanan kesehatan mental untuk kelompok yang paling rentan, seperti orang dewasa yang lebih tua dan anak-anak, termasuk yang paling terpengaruh oleh gangguan," ucapnya.

Tedros berpesan untuk memperdalam nilai dan komitmen yang kita berikan untuk kesehatan mental, membentuk kembali lingkungan yang baik, dan mengembangkan serta memperkuat pelayanan kesehatan mental berbasis masyarakat. (Sin*)
 

Tombol Google News

Tags:

WHO Depresi pandemi Covid 19