Akibat Penguatan Dollar AS, Harga Minyak Dunia Alami Penurunan

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

16 Februari 2023 04:00 16 Feb 2023 04:00

Thumbnail Akibat Penguatan Dollar AS, Harga Minyak Dunia Alami Penurunan Watermark Ketik
Tambang minyak lepas pantai. (Foto: Aron Razif /Pexels)

KETIK, JAKARTA – Setelah beberapa waktu lalu sempat naik akibat rencana Rusia mengurangi produksinya, kini harga minyak dunia terpantau mengalami penurunan.

Penurunan ini dipicu oleh penguatan Dollar AS yang mendekati level tertinggi enam minggu usai data menunjukkan penjualan ritel AS menguat pada bulan lalu.

Dilansir dari Antara, harga minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret tergelincir 47 sen atau 0,6 persen ke US$78,59  per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April merosot 20 sen atau 0,2 persen ke USD 85,38 per barel di London ICE Futures Exchange.

Menurut data dari pasar, bank sentral AS Federal Reserve (Fed) akan tetap pada kebijakan moneter yang ketat guna menguatkan Dollar AS.

Dollar yang lebih kuat dapat memangkas permintaan minyak, membuat minyak mentah lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, di satu sisi penurunan harga ini juga dipicu oleh kekhawatiran investor jika kenaikan suku bunga akan memperlambat perekonomian yang pada akhirnya bisa memangkas permintaan bahan bakar global.

"Harga minyak mentah berada di bawah tekanan karena Dollar menguat menyusul data ekonomi yang mengesankan membuka jalan bagi pengetatan Fed lebih lanjut," kata analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA Edward Moya.

Selain akibat penguatan Dollar AS, penurunan ini juga karena stok minyak mentah yang masih melimpah di negeri Paman Sam tersebut.

Stok minyak mentah yang awalnya hanya 16,3 juta barel pekan lalu, kini menjadi 471,4 juta barel. Lonjakan itu merupakan yang tertinggi sejak Juni 2021.(*)

Tombol Google News

Tags:

Minyak mentah Dollar AS pasokan FED WTI