Bakatnya Terendus di Porprov, Arek Suroboyo Ini Sekarang Raih Emas Piala Dunia Panjat Tebing Prancis

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

10 Juli 2023 05:46 10 Jul 2023 05:46

Thumbnail Bakatnya Terendus di Porprov, Arek Suroboyo Ini Sekarang Raih Emas Piala Dunia Panjat Tebing Prancis Watermark Ketik
Rahmad Adi Mulyono atlet Panjat Tebing asal Jawa Timur berhasil meraih medali emas di World Cup di Chamonix, Prancis, Minggu (9/7/2023). (Foto: FPTI Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Atlet panjat tebing asal Surabaya Jawa Timur Rahmad Adi Mulyono berhasil meraih medali emas di kategori speed world record putra pada ajang World Cup di Chamonix, Prancis, Minggu (9/7/2023).

Adi menorehkan catatan waktu 5,01 detik dengan mengalahkan atlet asal Kazakhstan, Rishat Khaibullin, yang terpaut 0,05 detik. Sebelumnya Adi mengalahkan rekan senegaranya, Raharjati Nursamsa di babak semifinal.

Selanjutnya Raharjati Nursamsa merebut perunggu setelah unggul 0,001 detik atas atlet asal Jepang, Jun Yasukawa yang mencatatkan waktu 5,324 detik.

Keberhasilan Adi merebut emas membuka jalan menuju ke Olimpiade 2024 di Paris. Namun ia juga perlu mengikuti ajang serupa guna menumpuk poin sebanyak mungkin.

"Hitungan poinnya saya belum mendapat info, tapi emas di kejuaraan dunia ini membuka peluang Adi mengikuti kualifikasi Olimpiade. Sebab poin dari medali emas kejuaraan dunia ini cukup tinggi,” kata Ketua Umum FPTI Surabaya, Moh Effendi, Senin (10/7/2023).

Pria yang akrab disapa Kriwul itu menambahkan, sebelumnya Adi mengikuti ajang serupa di Swiss dan Amerika Serikat. Hanya saja hasilnya kurang memuaskan di dua ajang sebelumnya.

“Di Swiss (2 Juli) lalu Adi hanya menduduki urutan ke-10 dan di AS berada di peringkat sembilan (22 Mei),” lanjut Effendi.

Adi merupakan atlet andalan Surabaya yang kini dipersiapkan mengikuti puslatda Jatim proyeksi PON tahun depan. Kemunculan atlet berusia 22 tahun ini terlihat saat merebut emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Lamongan 2019 silam.

“Sejak Porprov 2019, grafik prestasinya terus naik. Ia kerap mengisi kursi pelatnas sejak usia 17 tahun, berlanjut junior hingga dewasa. Adi juga jarang pulang ke Surabaya, untuk mengikuti pelatnas jangka panjang program Olimpiade 2024,” Effendi menambahkan.

Prestasi Adi diharapkan terus bersinar hingga PON maupun Olimpiade mendatang. Sebab usianya masih relatif muda dan peluang untuk meningkatkan prestasi masih terbuka lebar. (*)

Tombol Google News

Tags:

Atlet Jawa Timur jatim Panjat Tebing Surabaya Prancis FPTI Jatim FPTI Surabaya