Cerita Raymond Hanjaya Naik Mobil Listrik Surabaya-Bali, Hemat Biaya Sampai 70 Persen

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

28 April 2024 19:06 28 Apr 2024 19:06

Thumbnail Cerita Raymond Hanjaya Naik Mobil Listrik Surabaya-Bali, Hemat Biaya Sampai 70 Persen Watermark Ketik
Raymond Hanjaya (46) warga Surabaya. (Foto: Humas PLN)

KETIK, SURABAYA – Liburan menggunakan mobil listrik dari Surabaya ke Bali menjadi pengalaman pertama yang menarik bagi Raymond Hanjaya (46).

Warga asal Surabaya ini memilih mobil listrik karena melihat infrastruktur pendukungnya terutama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah banyak tersedia baik di rest area maupun jalur umum strategis lainnya di seluruh Indonesia.

Total perjalanan 1.400 km yang ditempuh menghabiskan biaya untuk charging Rp.631.809,- atau setara Rp 450/km.

Sementara jika dibandingkan dengan menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak, membutuhkan 140 liter dengan biaya Rp. Rp. 2.016.000. Artinya menghemat sekitar 70%.

"Akses jalannya naik turun di tol dengan kecepatan tinggi kalau di jalan tol 100 km/jam maksimal bisa lebih irit lagi. Kami menggunakan SPKLU PLN sepanjang Surabaya - Bali aman semua, tidak ada yang eror, lancar dan lebih banyak fast charger-nya," jelas Raymond.

Ia juga mengapresiasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN yang ada di semua titik rest area sepanjang Surabaya - Bali.

Setiap lokasi dilengkapi lebih dari satu unit mesin dan memiliki fasilitas ruang tunggu sangat nyaman, bisa digunakan sebagai tempat istirahat, tersedia pula minuman dan kotak P3K bisa digunakan secara gratis.

"Pertama kali kami berhenti di SPKLU UP3 Situbondo berkapasitas 200 kW. Kondisi 50%-an cuma 10 menitan sudah di 91%. Sembari nge-charge bisa istirahat ke toilet, dapat minum lobby, ber-AC dan nyaman," tutur Raymond.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Agus Kuswardoyo mengatakan infrastruktur kelistrikan berupa SPKLU kini tersedia di berbagai titik baik di Jawa, Bali hingga Sumatra.

Khusus Jawa Timur, terdapat 126 mesin SPKLU di 56 titik lokasi yang selama siaga mudik lebaran dijaga penuh personel selama 24 jam.

"PLN juga telah menambahkan fitur Trip Planner pada Aplikasi PLN Mobile, sehingga masyarakat pengguna kendaraan listrik dalam melakukan perjalanan jarak jauh dapat menyiapkan manajemen perjalanan mobil listriknya," papar Agus.

Melalui menu Trip Planner, pemudik bisa mengatur titik berangkat dan tujuan. PLN Mobile akan memberikan rekomendasi titik-titik SPKLU yang dilalui pada rute tersebut secara otomatis.

Ada pula fitur tombol pop up hotline SPKLU pada aplikasi PLN Mobile versi terbaru yang akan langsung menghubungkan pelanggan pada nomor whatsapp customer service SPKLU.

Raymond juga menyampaikan harapannya agar diperbanyak lagi ultra fast charging untuk menghemat waktu pengisian daya.

"Tidak perlu was-was dan khawatir melakukan perjalanan jauh dengan mobil listrik. Mudik perjalanan jauh naik EV di Indonesia sudah sangat nyaman dan mantap. Terus tingkatkan pelayanan dan ketersediaan SPKLU. Mantap PLN," pungkas Raymond. (*)

Tags:

Mobil listrik biaya mobil listrik biaya surabaya-bali Raymond Hanjaya SPKlU PLN General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Agus Kuswardoyo Surabaya ke Bali