Jelang Muktamar ke-48 di Solo, Muhammadiyah Segera Pilih Ketum Baru

Editor: M. Rifat

8 November 2022 09:09 8 Nov 2022 09:09

Thumbnail Jelang Muktamar ke-48 di Solo, Muhammadiyah Segera Pilih Ketum Baru Watermark Ketik
Logo Muktamar Muhammadiyah ke-48. (Foto: dok. situs resmi Muhammadiyah)

KETIK, SURAKARTA – Muktamar ke-48 Muhammadiyah segera digelar di Kota Solo pada 18-20 November 2022 mendatang. Salah satu agenda dari Muktamar itu adalah pemilihan ketua umum baru Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk periode selanjutnya yakni 2022-2027. Ketua umum terpilih akan menggantikan Haedar Nashir.

Gelaran lima tahunan tersebut juga diagendakan bakal membahas isu-isu terkini terkait keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Di antaranya pemilu 2024 hingga isu bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan saat ini sudah ada 96 nama yang muncul sebagai calon ketua umum Muhammadiyah. Sebanyak 96 nama tersebut akan bertarung di agenda Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Abdul Mu’ti mengungkapkan hal itu melalui sebuah cuitan di Twiiter. Dia mengatakan, 96 nama calon itu akan dikerucutkan menjadi 13 nama daftar pimpinan. Ke-13 nama yang tersisa itulah nantinya yang juga berpeluang menjadi ketua umum Muhammadiyah selanjutnya. Pengerucutan nama-nama tersebut bakal berlangsung dalam sidang Tanwir yang diadakan pada 18 November.

"Dalam Press Conference Muktamar Muhammadiyah ke 48, seorang wartawan bertanya tentang ketua umum Muhammadiyah yang akan datang,” cuit Abdul Mu’ti di Twittter Senin (7/11/2022).

“Saya jawab: Sekarang ini terdapat 96 nama calon pimpinan. 96 orang tersebut kalau masuk 13 pimpinan mereka berpeluang menjadi ketua umum,” tambahnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, ketua umum Muhammadiyah saat ini, Prof Haedar Nashir masih masuk dalam daftar calon ketum PP Muhammadiyah 2022-2027. Namun, Mu'ti mengaku tidak hafal daftar nama keseluruhan calon ketum PP Muhammadiyah itu.

Dalam cuitan yang sama, Mu’ti mengatakan sejak Muhammadiyah berdiri pada pada 1912, organisasi tersebut mengembangkan kepemimpinan berbasis sistem bukan bergantung pada orang-perorangan.

“Sejak berdiri, Muhammadiyah mengembangkan kepemimpinan kolektif-kolegial. Kepemimpinan di dalam Muhammadiyah berdasarkan pada SISTEM, bukan bergantung pada SINTEN (person),” cuitnya lagi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Muhammadiyah Muktamar Solo