KETIK, JOMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang memaparkan capaian signifikan dalam upaya penyelamatan keuangan negara di akhir tahun 2024.
Dalam paparannya, Kejari Jombang menyebut telah menyelamatkan kerugian negara mencapai Rp872.050.000. Mereka juga telah berhasil menangani berbagai kasus selama 2024.
Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Nur Albar, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Pidana Khusus (Pidsus), terdapat lima kasus korupsi yang saat ini telah memasuki tahap penyelidikan.
Selain itu, empat kasus lainnya sudah berada dalam tahap penyidikan. Tiga di antaranya merupakan tunggakan dari 2023 dan satu kasus baru tahun ini.
"Pada Tahun 2024 ini, kami berhasil melakukan 5 penyelidikan, 10 pra penuntutan, 1 eksekusi, 4 penyidikan (3 tunggakan perkara di tahun 2023, 1 perkara di tahun 2024), 1 penuntutan, 1 upaya hukum," jelasnya, Rabu 11 Desember 2024.
Sementara dalam bidang pemusnahan barang bukti atau PAPBB, Kejaksaan Jombang telah melakukan pemusnahan ribuan barang haram dan melaksanakan program Cepat Antar Barang Bukti Gratis (Cetaris).
Konferensi pres di aula Kejari Jombang, 11 Desember 2024 (Foto: Karimatul Maslahah/Ketik.co.id)
"Total 114 perkara dari 2 kegiatan, kita sudah memusnahkan sabu-sabu 385,594 gram, seperangkat alat hisap 37 paket, Ganja kering 649,04 gram, Pil double L 1.187.193 butir, Pil inex 27,4 gram, Pil yarindu 120.000 butir, Pil carnophen 28.116 butir," jelasnya.
Selain itu, kami juga berhasil melakukan penjualan langsung Rp61.980.000 dan lelang online Rp320.948.000, dan juga Layanan Cepat Antar Barang Bukti Gratis (Cetartis)," paparnya.
Selain itu, pada bidang Pidum Kejari Jombang telah memberikan Restorative Justice (RJ) untuk 8 perkara di Tahun 2024.
"Dari 8 RJ ini dari perkara yang paling banyak adalah perkara pencurian, dan sebagian kecil perkara lainnya," ujarnya.(*)