Menhub Pastikan Tak Ada Pembatasan Mobilitas Selama Nataru

Editor: Shinta Miranda

14 Desember 2022 04:11 14 Des 2022 04:11

Thumbnail Menhub Pastikan Tak Ada Pembatasan Mobilitas Selama Nataru Watermark Ketik
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. (Foto: Humas Setkab) 

KETIK, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan tidak akan ada pembatasan mobilitas saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023. Diperkirakan, puncak arus mudik Natal terjadi pada Jumat (23/12). 

"Tidak ada pembatasan mobilitas pada penyelenggaraan Nataru 2022/2023. Namun mengingat tren Covid-19 nasional cenderung meningkat maka penyelenggaraan Nataru perlu dikelola dengan baik," kata Menhub Budi Karya dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (13/12/2022). 

Meski tidak ada pembatasan mobilitas, Budi meminta masyarakat untuk melakukan kegiatan Nataru dengan baik mengingat kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Apalagi momen Nataru ini terjadi bersamaan dengan libur sekolah, sehingga akan menciptakan mobilitas yang relatif tinggi. 

Ia menekankan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru harus tetap mengedepankan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. 

Oleh karena itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil kebijakan dan sejumlah langkah selama masa Natal dan Tahun Baru. Di antaranya memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, sosialisasi kepada operator angkutan penumpang dan barang, inspeksi (ramp check) kelaikan sarana dan prasarana transportasi, menerapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas pada tol maupun non-tol seperti contra flow, one way, pembatasan angkutan barang, manajemen rest area, sosialisasi kepada masyarakat secara masif, dan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan aplikasi PeduliLindungi pada seluruh moda transportasi. 

"Untuk memastikan angkutan Nataru berjalan lancar, aman, dan selamat, Kemenhub senantiasa merujuk pada SE Satgas Penanganan Covid-19 dan Inmendagri. Biasanya kita koordinasi, yang itu ditujukan semua pemerintah daerah agar mengikuti," ujar Menhub. 

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, lanjutnya, potensi pergerakan nasional pada masa Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 adalah 16,35 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 44,17 juta orang. 

Ketua Unit Kajian Strategis Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 I Nyoman Gede Agus Asrama mengatakan perilaku manusia sangat berpengaruh menentukan tingkat penularan virus Covid-19, mulai dari mobilitas sampai sosial ekonomi. Sehingga, yang harus menjadi perhatian saat ini adalah ancaman adanya pandemi baru. 

"Ancaman saat ini, mulai dari karena kembali meningkatnya penyakit yang sudah ada, maupun pertumbuhan penyakit baru yang sangat cepat terjadi. Sehingga cara yang dapat kita lakukan saat ini adalah mempertahankan tatanan hidup bersih dan sehat selama pandemi berlangsung dengan beberapa penyesuaian,” kata I Nyoman dalam diskusi, Selasa (13/12). 

Ia mengungkapkan sejak 18 Oktober 2022 penambahan kasus positif harian nasional mulai menyentuh angka 2.000 kasus per hari, bahkan sempat menyentuh angka 8.496 kasus per hari. 

Kabar baiknya, dalam dua hari terakhir, penambahan kasus positif harian nasional sudah turun kembali menjadi di bawah 2.000 kasus per hari. 

Pemerintah saat ini masih memberlakukan kebijakan gas dan rem dalam penanganan Covid-19. 

"Pemerintah Indonesia maupun beberapa negara di dunia berupaya keras terus memegang kendali gas dan rem agar kondisi kesehatan kondisi ekonomi juga terus bergerak. Pandemi sifatnya dapat melatih kita menyesuaikan diri untuk merubah perilaku dalam waktu yang singkat beradaptasi dan pemerintah juga adaptif dalam merespons setiap dinamika perkembangan Covid-19," katanya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Menhub Nataru Covid 19