Pasokan Bahan Pokok Ditambah, Pemkot Malang Perkuat Kerjasama Antar Daerah

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

13 Maret 2024 15:32 13 Mar 2024 15:32

Thumbnail Pasokan Bahan Pokok Ditambah, Pemkot Malang Perkuat Kerjasama Antar Daerah Watermark Ketik
Komoditas telur yang mengalami kenaikan harga di pasaran. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang merespons kenaikan harga beberapa bahan pokok yang terjadi di pasaran. Untuk menekan harga, akan dilakukan penambahan pasokan bahan pokok di Warung Tekan Inflasi Mbois Ilakes. 

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat telah meminta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang untuk menjalin kerjasama antar daerah, khususnya penghasil komoditas pangan. 

"Strateginya dari Warung Tekan Inflasi itu komoditi ya akan kami tambah mulai hari ini. Saya minta Pak Kadiskopindag untuk mencari sistem kerja sama antar daerah," ujar Wahyu pada Rabu (13/3/2023). 

Kerja sama tersebut dilakukan dengan daerah penghasil komoditas untuk dibeli dengan harga rendah. Setelah itu, Pemkot Malang akan menjual komoditas tersebut dengan harga di bawah rata-rata pasar. 

"Jadi mana saja daerah penghasil komoditi tersebut yang mempunyai harga jual rendah, kami akan beli dari sana. Selanjutnya dijual di Warung Tekan Inflasi dengan harga di bawah rata-rata. Supaya bisa mempengaruhi harga pasar," jelas Wahyu. 

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), komoditas yang tercatat mengalami kenaikan ialah cabai rawit, gula, telur, dan juga daging ayam. Terkait kenaikan harga beras, pemerintah telah berupaya mengintervensi melalui penyaluran beras SPHP. 

"Warung Tekan Inflasi kita ini berbeda dengan yang lain. Kita membuat Warung Tekan Inflasi ada di lingkungan pasar, sehingga secara langsung bisa mempengaruhi harga-harga di pasar. Otomatis pedagang di dalam pasar juga akan menyesuaikan dengan harga yang ada di warung itu. Nah ini sangat ampuh," tegasnya. 

Sementara itu Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menjelaskan kerja sama telah dilakukan bersama beberapa daerah meliputi Kabupaten Probolinggo, hingga Bali dan Banyuwangi. 

"Kerjasama antar daerah itu yang sudah kita lakukan itu ke Kabupaten Probolinggo untuk bawang merah, karena di sana merupakan produsen bawang merah. Daging ayam nanti kita akan lihat ke peternaknya. Kemudian untuk cabai nanti kita akan kerjasama ke daerah produsen cabai yaitu Banyuwangi dan Bali," ujar Eko. 

Warung Tekan Inflasi telah dibuka kembali sejak Rabu (6/3/2024) kemarin dan dinilai cukup efektif. Eko menjelaskan Warung Tekan Inflasi akan tetap beroperasi hingga dapat menekan harga. 

"Warung Tekan Inflasi sudah dibuat mulai Minggu kemarin. Ini penekanan ada di tiga pasar, Pasar Dinoyo, Pasar Besar, dan Pasar Blimbing. Nanti kita operasionalkan sampai bisa penekanan harga," tambahnya. 

Intervensi juga dilakukan Diskopindag Kota Malang dengan operasi pasar. Bahkan Pemkot Malang akan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 1 miliar untuk operasi pasar dan Warung Tekan Inflasi. 

"Pembelanjaan Rp 1 miliar digunakan untuk operasi pasar dan Warung Tekan Inflasi. Sedangkan untuk stok beras masih cukup pada ramadhan ini ada kecenderungan naik. Makanya nanti pemerintah hadir di situ dengan melakukan operasi pasar, pasar murah dan Warung Tekan Inflasi," ujar Eko.(*)

Tags:

Warung Tekan Inflasi Kota Malang Komoditas Bahan Pokok Diskopindag Kota Malang Penambahan Komoditas harga kebutuhan pokok