KETIK, MALANG – Peristiwa pohon tumbang di Jalan Terusan Dieng, Kota Malang menimpa dua mobil merek Honda Brio dan Xpander, Senin 9 November 2024.
Merespon itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang pun akan segera melakukan perempesan pada pohon di sejumlah titik lokasi.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra menjelaskan pihaknya telah membuat jadwal untuk perempesan pohon rawan. Setidaknya terdapat 76 titik lokasi pohon rawan tumbang yang menjadi fokus perhatian.
"Kami itu di samping sudah melakukan survei dan pohon di Kota Malang kan banyak, kami juga sudah ada jadwal perempesan pohon-pohon yang rawan. Di Desember ini dijadwalkan perempesan 76 titik pohon yang rawan tumbang," ujar Laode.
Akibat peristiwa dua mobil yang tertimpa pohon tumbang, DLH Kota Malang langsung memfokuskan perempesan dan penanganan di titik tersebut. Dalam satu hari ditargetkan tiga titik lokasi menjadi sasaran perempesan.
"Kalau ada kejadian mendadak seperti ini ya langsung difokuskan ke situ," lanjutnya.
Sementara itu, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar pukul 07.30 WIB yang berada di area sekitar Yayasan Bhakti Luhur.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno menjelaskan pohon tersebut berjenis Iprik (Ficus Microcarpa) berukuran tinggi kurang lebih 12 meter dengan diameter kurang lebih 80 sentimeter.
"Penyebabnya karena kondisi akar pohon lapuk dan dipicu curah hujan tinggi. Apalagi kondisinya hujan dengan intensitas tinggi," ujarnya.
Setelah mendapat laporan pada pukul 07.44 WIB, Unit Reaksi Cepat (URC) dan Kaji Cepat segera melakukan evakuasi dan assessment terkait dampak dan kerusakan di lokasi kejadian.
"Pohon ini tumbang menutupi ruas jalan sisi barat serta menimpa dua unit mobil sehingga terjadi kemacetan sementara waktu. URC BPBD Kota Malang bersama DLH Kota Malang serta relawan melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang," tambahnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa pohon tumbang mengakibatkan kerugian mencapai Rp 10.461.000.
"Kondisi mobil Brio atap kabinnya penyok dan kaca depan pecah. Sedangkan mobil Xpander untuk kap mesin penyok, lampu DRL pecah, dan as roda depan patah. Selain itu kabel PLN dan provider juga terputus," tutupnya.