Rahasia Sukses Wibi Radimas, MUA Kondang Surabaya: Dukungan Ibu

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

10 Juni 2024 09:56 10 Jun 2024 09:56

Thumbnail Rahasia Sukses Wibi Radimas, MUA Kondang Surabaya: Dukungan Ibu Watermark Ketik
MUA asal Surabaya, Wibi Radimas. (Foto: Dok Pribadi)

KETIK, SURABAYA – Inilah sosok Dimas Aryo Wibisono atau yang lebih akrab dikenal sebagai Wibi Radimas. Ia merupakan seorang Make Up Artist (MUA) yang berasal dari Kota Surabaya.

Pria yang sudah menekuni dunia make up sejak 2014 ini bercerita, awal ketertarikannya dengan dunia rias karena memiliki banyak teman MUA.

Dirinya juga sering diminta untuk menjadi model untuk di-make up, dan berawal dari hal tersebut mulai muncul ketertarikan untuk menekuni lebih dalam keahlian seorang MUA.

"Jadi aku kan punya banyak teman MUA, dan sering dijadiin model juga. Aku sering jadi model make up mereka, dari situlah akhirnya tertarik," jelasnya kepada Ketik.co.id.

"Mereka kan sering ada event dan aku sering bantu-bantu juga. Dari situ aku belajar otodidak hingga akhirnya bisa jadi seperti sekarang," imbuhnya.

Pria kelahiran 1996 ini memiliki spesialisasi di make up wedding. Semua hasil riasannya yang ciamik dan cantik selalu di upload di akun instagram miliknya @wibiradimas.mua..

Hingga saat ini Wibi Radimas bisa dibilang menjadi salah satu MUA sukses dengan banyak klien di Kota Surabaya.

Foto Wibi Radimas bersama para tim saat gelaran pameran wedding. (Foto: Dok Pribadi)Wibi Radimas bersama para tim saat gelaran pameran wedding. (Foto: Dok Pribadi)

Sebagai MUA wedding, dalam bekerja banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait pakem jika menggunakan adat tradisional dan juga terkait keinginan kedua mempelai dan keluarga.

"Susahnya make up wedding terutama tradisional itu kan karena ada pakemnya ya. Jadi kita juga harus menjelaskan kepada mempelai make up-nya gak bisa seperti ini karena pakemnya ini," paparnya.

Selain itu, profesi sebagai seorang MUA selalu dituntut untuk selalu belajar, 10 tahun berkarir di industri kecantikan pria kelahiran Salatiga ini mengaku masih belajar hingga saat ini. Hal ini karena dunia make up yang selalu berkembang mengikuti tren pasar.

Apalagi di tengah banyaknya bermunculan MUA baru yang membuat persaingan semakin sengit. Jika seorang MUA tidak update dengan tren make up terbaru, tentu akan tertinggal.

"Kita di dunia MUA itu dituntut untuk selalu belajar, saya pun sampai saat ini juga masih terus belajar walaupun sudah berkarir selama 10 tahun," ungkapnya.

Dukungan dari Ibu

Namun kesuksesan dan keberhasilan yang diraih olehnya saat ini tentu tidak bisa dilepaskan dari peran ibu. Dia mengaku peran ibunya sangat besar dalam membentuk dirinya menjadi seperti saat ini.

Fitri Indriasari, sang ibu mengaku sangat terbuka dengan pilihan anaknya. Walaupun awalnya banyak yang memandang sebelah mata, namun dirinya tidak menggubris hal tersebut.

Selama pilihan dari anaknya bukan hal yang melanggar hukum atau merugikan orang lain, dirinya akan terus mendukung dengan sepenuh hati.

"Saya sih terbuka dengan setiap keinginan anak saya. Walaupun dia seorang lelaki yang memilih profesi MUA. Selama dia bisa bertanggung jawab sama pilihannya ya sudah," katanya. 

Fitri menuturkan dirinya selalu meminta selalu latihan dan belajar. Karena persaingan di industri yang digeluti putranya bisa dibilang cukup ketat, banyak MUA yang juga memiliki skill mumpuni. Oleh sebab itu agar dapat bertahan upgrade diri dan ilmu menjadi hal yang mutlak diperlukan.

"Saya selalu bilang practice make perfect. Terus latihan, kadang saya juga beri masukan kenapa make up-nya seperti ini, kenapa pake warna ini. Itu semua saya lakukan untuk kemajuannya," pungkasnya.(*)

Tags:

Wibi Radimas MUA Industri Kecantikan belajar Upgrade Diri Surabaya