Ratusan Mahasiswa Unair Siap Tangani Kasus Stunting di Surabaya

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

5 Oktober 2023 13:09 5 Okt 2023 13:09

Thumbnail Ratusan Mahasiswa Unair Siap Tangani Kasus Stunting di Surabaya Watermark Ketik
Kegiatan Pelepasan Pelajar Bersama Komunitas Tematik. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 506 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di Kota Surabaya. 

KKN kali ini, merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Belajar Komunitas Tematik Kampung Emas Madani 2.0 tahun 2023. 

Program tersebut, merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya bersama Perguruan Tinggi (PT) melakukan pencegahan dan penanganan stunting terpadu melalui upaya konvergensi, intervensi gizi sensitif dan spesifik. 

Rektor Unair, Mohammad Nasih mengatakan, para mahasiswa FK UNAIR yang mengikuti program tersebut dapat memberikan kontribusi dan hasil yang terbaik untuk masyarakat dan negara. 

"Kami berkomitmen, kalau anda nanti memberikan yang terbaik untuk warga Kota Surabaya di tempat anda semua mengikuti penmas, dan bisa menuliskan laporannya dengan baik pula, maka 5 SKS kita tambah paling tidak bisa menjadi pengganti skripsi," kata Nasih saat kegiatan Pelepasan Pelajar Bersama Komunitas Tematik, Kamis (5/10/2023). 

Nasih menerangkan, masalah stunting bukan sekadar soal makanan bergizi, akan tetapi ada banyak hal lain yang memengaruhinya.Seperti gaya hidup hingga perilaku masyarakat yang juga berdampak.

Nasih menuturkan ketika stunting teratasi,  gaya hidupnya terdongkrak maka akan timbul obesitas, itu menjadi masalah baru, sehingga perilaku masyarakat juga harus diedukasi sebaik-baiknya.

"Tak hanya stunting, tapi diharapkan bisa mengedukasi remaja agar terhindar dari pernikahan dini. Maka dari itu diharapkan bisa mengedukasi soal pentingnya sekolah atau kuliah," tuturnya. 

Nasih mengingatkan para mahasiswa untuk turut serta menjaga nama baik Kota Surabaya dan Unair. Bila ada mahasiswa yang mencoreng nama baik Kota Surabaya dan Unair, maka ia tak segan melakukan tindak tegas.  

"Jangan malu-maluin Unair, kalau sampai nanti ketika proses kegiatan ini berjalan, kemudian ada video viral yang berpotensi men-downgrade Unair, entah karena bullying atau semacamnya, langsung akan kita drop out yang bersangkutan," tegasnya. 

Foto Pelepasan belajar bersama komunitas tematik: Kampung Emas Madani 2.0. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)Pelepasan belajar bersama komunitas tematik: Kampung Emas Madani 2.0. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan mahasiswa di setiap perguruan tinggi, khususnya di wilayah Kota Surabaya, memiliki kekuatan dan kontribusi yang luar biasa dalam sebuah pembangunan kota. 

Maka dari itu, ia mengajak para mahasiswa untuk turun bersama jajaran pemkot menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di tengah masyarakat.  

"Ketika perguruan tinggi itu hadir di tengah pemerintah, memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat dengan semangat mahasiswanya, maka akan selesai permasalahan itu," katanya. 

Seperti diketahui, di tahun 2021 prevalensi stunting di Kota Surabaya mencapai 28,9 persen (6.722 kasus), kemudian menurun signifikan pada tahun 2022 menjadi 4,8 persen (923 kasus). 

Tak berhenti di situ, jajaran Pemkot Surabaya bersama Forkopimda, perguruan tinggi, dan stakeholder terus berjibaku mengentaskan stunting. Akhirnya, pada akhir September 2023 lalu stunting di Kota Pahlawan terus menurun menjadi 529 kasus.  

"Tanpa ada campur tangan dingin dari pak rektor dan para guru besar serta perguruan tinggi yang ada di Surabaya, menjadikan 4,8 persen, stunting Kota Surabaya terendah di Indonesia. Ini menunjukkan apa? Bahwa pemerintah kota tidak pernah sendiri," ucap Eri.  

Eri optimistis, para mahasiswa yang digerakkan bersama dapat mewujudkan Surabaya zero stunting. Diharapkan juga para mahasiswa dan seluruh perguruan tinggi di Kota Surabaya bisa berkontribusi mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menuju Generasi Emas di tahun 2045.  

"Maka tujuan negara untuk mengentas kemiskinan, pengangguran, stunting, mengurangi kematian ibu dan anak, meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia), dan meningkatkan ekonomi akan terwujud," harapnya.  

Kegiatan ini kan melibatkan berbagai disiplin ilmu dari fakultas dan perguruan tinggi yang bergabung di dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Stunting Jawa Timur. 

Konsorsium ini terdiri dari berbagai perguruan tinggi, mulai UNAIR, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Dr. Soetomo, Universitas Brawijaya, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Jember (UNEJ), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), hingga Universitas Ciputra Surabaya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mahasiswa Unair KKN KKN tematik Stunting Fakultas Kedokteran Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Rektor Unair Prof Mohammmad Nasih