Temukan Pungli? Warga Surabaya Bisa Lapor ke Nomor Ini, Catat!

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Irwansyah

23 Desember 2022 03:48 23 Des 2022 03:48

Thumbnail Temukan Pungli? Warga Surabaya Bisa Lapor ke Nomor Ini, Catat! Watermark Ketik
Wali Kota Eri Cahyadi kecam keras pungli. (Foto: Humas Pemkot Surabaya) 

KETIK, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan nomor resmi untuk pengaduan masyarakat jika menemukan secara langsung pungli (pungutan liar) di kawasan Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya. 

Nomor WhatsApp Layanan Pengaduan Integritas Pemerintah Kota Surabaya itu adalah 0811-311-57777. Makanya, warga diminta untuk melaporkan langsung ke nomor tersebut apabila menemukan pungli dalam pelayanan di Kelurahan, Kecamatan dan Dinas di lingkungan Pemkot Surabaya. 

Wali Kota Eri Cahyadi memastikan, jika ada laporan mengenai pungli di lingkungan Pemkot Surabaya, Eri tegas akan memecat pegawai tersebut. 

“Tolong disampaikan ke nomor itu. Akan saya proses hukum dan akan saya sanksi berat apabila memang benar terjadi. Sanksinya bisa pemecatan dan juga pidana. Saya pastikan akan saya lakukan itu,” kata Wali Kota Eri. 

Menurutnya, tarikan uang setelah memberikan pelayanan juga termasuk pungli meskipun tidak menyebutkan besaran nominal yang diberikan. Wali Kota Eri juga menegaskan bahwa semua pelayanan di Pemkot Surabaya itu gratis.

“Tidak ada seikhlasnya. Yang namanya gratis ya gratis. Ketika ngurus KTP atau apa pun itu gratis, tidak ada uang sama sekali. Pemerintah harus memberi contoh yang baik. Sampaikan ke kami kalau ada itu (pungli). Ini dihandle langsung oleh Inspektorat,” ujarnya. 

Di samping itu, Wali Kota Eri juga meminta semua jajaran di Pemkot Surabaya untuk menolak apabila diberi uang tanda terimakasih oleh warga. 

“Saya minta warga Surabaya, jangan pernah memberikan sesuatu ke Pemkot Surabaya. Pemkot ngomong, Pak matur nuwun (terima kasih) ini kewajiban kami karena kami punya tunjangan kinerja. Tolak,” tegasnya. 

Selain itu, Wali Kota Eri juga mengetahui masih ada warga yang menggunakan biro jasa untuk pelayanan tertentu. Ia menemukan itu di Mall Pelayanan Publik dan setelah dirinya menghubungi salah satu nomor secara acak. 

“Ternyata dia masih menggunakan biro jasa. Jadi, ngurus IPT atau apa lah tidak perlu pakai pihak ketiga, karena kalau urusan sama pemerintah pakai aplikasi dan harus datang sendiri, tolong warga jangan pakai pihak ketiga karena pengurusannya gampang kok dan nanti pasti akan dipandu,” imbuhnya. 

Wali Kota Eri juga menegaskan bahwa layanan pengaduan ini diinisasi untuk mendorong masyarakat melaporkan apabila ditemukan pungli di lingkungan pemkot. “Jadi, sekarang kita siapkan, siapa pun yang ada pungli di Surabaya, untuk pelayanan publik di Surabaya, bisa diadukan di nomor itu. Itu nomor whistleblower di tempat kita, silahkan sampaikan ke kita,” tegasnya. 

Ia juga mengingatkan kepada semua dinas di lingkungan Pemkot Surabaya untuk menampilkan laporan secara terbuka. Sebab, semua pelayanan di pemkot tidak ada biaya sedikitpun. 

“Nanti, insya Allah di tahun 2023 semua pelayanan di kecamatan dan kelurahan itu akan berbeda dengan sekarang. Nanti berbentuk konter-konter dan sudah kita pasang Wifi untuk kenyamanan warga ketika berada di kantor pemerintah,” pungkasnya. (*) 

Tombol Google News

Tags:

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pungli