Berkunjung ke Medan, Buya Marbun Berikan Hadiah untuk Anies Baswedan 

Editor: Shinta Miranda

9 November 2022 03:04 9 Nov 2022 03:04

Thumbnail Berkunjung ke Medan, Buya Marbun Berikan Hadiah untuk Anies Baswedan  Watermark Ketik
Anies Baswedan saat bertemu dengan Tokoh NU Sumut Buya Marbun. (Foto: Instagram aniesbaswedan) 

KETIK, MEDAN – Bakal calon presiden Partai NasDem Anies Baswedan bertemu dengan sejumlah pemuka agama saat melakukan safari politik ke Medan, Sumatera Utara. 

Lewat unggahan di Facebook pribadinya, Anies Baswedan membagikan pengalamannya saat bertemu dengan tokoh Nahdlatul Ulama Buya Syech Ali Akbar Marbun di Komplek Pesantren Al Kautsar Al Akbar di Medan. 

Dari 26 unggahan foto yang dibagikan Anies, tampak ia disambut hangat oleh Buya Syech Ali Akbar Marbun, para ulama dan santri. 

Anies juga diberikan hadiah kain Ulos, sebuah tongkat dan juga tasbih dari Buya Marbun. 

Bagi Anies Baswedan, benda pemberian Buya Ali Marbun itu nggak cuma sekadar benda pemberian, tapi ada makna yang mendalam lho. 

"Sebuah kehormatan menerima Kain Ulos, sebuah tongkat dan juga tasbih dari Buya Marbun," tulis Anies di akun Instagramnya. 

Anies mengatakan ulos maupun tongkat serta tasbih itu punya makna. 

"Ulos panjang menunjukkan panjang persahabatan, tongkat simbol kepemimpinan, dan Tasbih untuk berdzikir kepada Allah dan bersholawat untuk Rosul Muhammad. Harapan yang dititipkan oleh Buya Marbun," tulis Anies. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, Buya Marbun adalah tokoh kharismatik NU yang luas pergaulannya. Di pesantrennya tokoh lintas agama sering bertamu dan bahkan membuat acara. 

"Kedatangan tokoh lintas agama ini beliau abadikan dalam nama-nama tanaman kurma yang menghiasi halaman ponpes yang luas tersebut. Setiap tanaman kurma itu ditanam oleh tokoh yang datang dan diberi keterangan nama tokohnya," tulis Anies. 

Seperti tokoh-tokoh lainnya, di Komplek Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Anies juga diajak menanam kurma serta meninjau pembangunan Masjid Muhammad Alawi Al Maliki. 

Kata Anies, masjid ini diambil dari nama guru Buya Marbun saat nyantri di Ar-Rushaifah, Makkah, Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. 

Kedatangan tokoh lintas agama ini menyambut kedatangan Anis, diabadikan dalam nama-nama tanaman kurma yang menghiasi halaman ponpes yang luas tersebut. Setiap tanaman kurma itu ditanam oleh tokoh yang datang dan diberi keterangan nama tokohnya. (*)

Tags:

Anies Badwedan Nasdem Medan Buya Marbun Capres