Dialog Strategi Madura Sukses Sub PIN Polio, Kurangnya Edukasi Jadi Masalah Terbesar

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Mustopa

22 Januari 2024 09:42 22 Jan 2024 09:42

Thumbnail Dialog Strategi Madura Sukses Sub PIN Polio, Kurangnya Edukasi Jadi Masalah Terbesar Watermark Ketik
Suasana dialog di Sub PIN Polio 2024. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, BANGKALAN – Dalam gelaran Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran pertama, diselenggarakan juga Dialog Komitmen dan strategi Madura Sukses Sub PIN Polio 2024 yang dihadiri oleh kepala dinas kesehatan dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Kota Surabaya.

Dalam dialog yang dimoderatori oleh General Manager Ketik.co.id, Sumarno tersebut, para kepala dinas kesehatan dari kelima wilayah menyampaikan strategi dan tantangan yang dihadapi dalam usaha mencapai 100 persen vaksinasi polio di daerah mereka.

Salah satu daerah yang cukup mendapat sorotan adalah Kabupaten Sampang dan Pamekasan, lantaran ditemukannya kasus anak yang lumpuh akibat serangan virus polio.

Selain itu,.memang dari 4 wilayah di Pulau Madura, kedua wilayah tersebut memiliki angka presentase imunisasi polio yang paling kecil. Di Kabupaten Sampang baru 82,6 persen dan Pamekasan 83,7 persen.

Dalam dialog tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Saifudin mengatakan bahwa pihaknya cukup prihatin dan kaget saat ditemukan salah satu warganya yang terjangkit polio.

Berangkat dari hal tersebut ia membuat laporan agar temuan tersebut dapat segera ditangani lebih lanjut. 

"Kita lalu melaporkan agar dilakukan langkah cepat. Bagaimana merespon secara cepat kejadiam polio. Lalu juga melakukan penyisiran dan pembersihan sungai yang diduga menjadi salah satu tempat penularan," jelasnya di Bangkalan, Minggu (21/1/2024).

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Abdullah Najich menuturkan bahwa pihaknya terus berusaha keras untuk mensosialisasikan imunisasi polio kepada masyarakat di Kabupaten Sampang.

Selama ini, yang menjadi kendala terbesar adalah kurangnya pengetahuan masyarakat di sana terkait pentingnya vaksinasi untuk menghindari anak tertular virus polio yang mematikan.

"Banyak masyarakat di sana yang belum sadar mengenai pentingnya imunisasi. Segala upaya sudah kami lakukan agar persebaran paradigma yang beredar di masyarakat dapat dihilangkan," tuturnya.

"Selain itu kami juga menggandeng para Ulama dan tokoh masyarakat agar dapat membantu memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi," tutupnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

kesehatan Polio virus Madura Sub PIN Polio Dinas Kesehatan