Dorong Percepatan Penurunan Stunting, Pemkab Sleman Gelar Rembuk bersama Seluruh Elemen Masyarakat

Jurnalis: Abdul Aziz
Editor: M. Rifat

18 April 2024 20:03 18 Apr 2024 20:03

Thumbnail Dorong Percepatan Penurunan Stunting, Pemkab Sleman Gelar Rembuk bersama Seluruh Elemen Masyarakat Watermark Ketik
Bupati Sleman Kustini SP, Wabup Sleman Danang Maharsa dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi dalam Rembuk Stunting (18/4/2024). (Foto: Humas Pemkab Sleman/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Pemerintah Kabupaten Sleman Kamis (18/4/2024) menggelar kegiatan Rembuk Stunting di Graha Sarina Vidi.

Ketua Pelaksana Rembuk Stunting, Daroji dalam laporannya menyebut Rembuk Stunting tersebut dikemas dalam bentuk workshop.

Kegiatan tersebut, menurut Daroji merupakan agenda rutin yang dimaksudkan untuk melihat program dan kegiatan percepatan stunting serta konvergensinya di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan Rembuk Stunting ini bertemakan "Penanganan Stunting Berbasis Masalah Wilayah Kalurahan Menuju New Zero Stunting di Kabupaten Sleman tahun 2024".

Tujuannya untuk mengevaluasi capaian (program penurunan stunting) tahun 2023 dan juga pemaparan program tahun 2024. Sedangkan output kegiatan ini nantinya sebagai monitoring dan evaluasi percepatan stunting dan perencanaan percepatan program stunting.

Dalam laporannya Daroji juga mengungkapkan, kegiatan ini melibatkan 160 orang terdiri dari semua unsur tim percepatan stunting.

Kegiatan Rembuk Stunting tersebut juga dihadiri oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Dalam kesempatan ini, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyambut baik Workshop Rembuk Stunting ini sebagai bentuk upaya menyatukan langkah menangani stunting di Kabupaten Sleman.

Kustini mengatakan prevalensi stunting Sleman menunjukkan penurunan. Berdasarkan ePPGBM, prevalensi stunting Sleman turun sebesar 2,37 persen sehingga menjadi 4,51 di tahun 2023 lalu.

Capaian ini menurut Kustini, tentunya tidak terlepas dari kerja sama, sinergi dan kolaborasi dari Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) di semua tingkatan serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung gerakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sleman.

Kustini menyebut upaya penurunan stunting harus didukung oleh organisasi kemasyarakatan untuk mendorong perluasan program kepada masyarakat di berbagai level. Terutama, untuk mendukung kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari tingkat Kabupaten, Kapanewon dan Kalurahan.

Sementara itu, hampir senada Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan untuk mewujudkan zero new stunting perlu didukung oleh seluruh pihak mulai dari TPPS di semua tingkatan serta didukung OPD pengampu lintas sektoral.

Ia ungkapkan, saat ini Sleman dapat apresiasi karena pada tahun 2023 Kabupaten Sleman menunjukan penurunan pravelensi stunting dari 6,88% jadi 4,51%. Namun berapapun penurunannya untuk menuju zero new stunting, menurut pendapat Danang Maharsa, masih membutuhkan kinerja dan program yang jelas dan harus dilaksanakan secara komperhensif di seluruh stake holder. (*)

Tags:

Stunting P3AP2KB Bupati Wakil Bupati Sleman Pemkab Sleman zero new stunting Stake holder program Agenda rutin Percepatan penurunan Rembug Stunting