Libur Lebaran Hanya di Surabaya? Yuk Belajar Sejarah Balai Pemuda

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

13 April 2024 17:15 13 Apr 2024 17:15

Thumbnail Libur Lebaran Hanya di Surabaya? Yuk Belajar Sejarah Balai Pemuda Watermark Ketik
Balai Pemuda menjadi tempat berkumpulnya Remaja di Surabaya sejak zaman Belanda, Jumat (5/4/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Libur lebaran bingung mau kemana? Surabaya punya banyak tempat yang bersejarah dan wajib kamu kunjungi. Seperti Gedung Balai Pemuda, salah satu bangunan yang ada di Surabaya yang menjadi peninggalan Belanda pada masa penjajahan.

Ketik merangkum beberapa fakta sejarah menarik mengenai Balai Pemuda saat ini yang menjadi pusat kesenian dan kreasi bagi pemuda yang ada di Surabaya.

Tahukah kamu, Gedung Balai Pemuda dibangun pada tahun 1907 pada masa kolonial Hindia-Belanda. Gedung Balai Pemuda ini bergaya ekletisisme atau gaya campuran dari unsur neo gothic, renaissance dan klasika romanika.

Sebelumnya, gedung ini merupakan pusat tempat rekreasi orang-orang Belanda untuk pesta, berdansa, dan bermain bowling. Berada di tengah Kota Surabaya membuat lokasi ini dahulunya menjadi tempat berkumpul yang strategis. 

Pada tahun 1907 – 1945 gedung ini dinamakan dengan De Simpangsche Societeit. Ini karena orang Belanda memiliki perkumpulan orang Belanda yang diberi nama De Simpangsche Societeit. 

Pada tahun 1945 Gedung ini kemudian dikuasai oleh Arek-arek Suroboyo yang tergabung dalam Pemuda Republik Indonesia (PRI), yang membuat gedung ini sekaligus merupakan Markas Pemuda arek-arek Suroboyo.

Namun saat Belanda kembali masuk ke Indonesia terlebih Surabaya, Balai Pemuda ini menjadi perebutan. Dengan perlawanan yang sengit dari tentara Belanda, maka Arek-arek Suroboyo mundur dan akhirnya gedung ini dikuasai oleh tentara Belanda.

Pada tahun 1950 pada saat Indonesia sudah merdeka, Arek-arek Suroboyo masuk ke kota dan Gedung ini dikuasai oleh Penguasa Militer Provinsi Jawa Timur dan sebagai pelaksana Penguasa Militer adalah KMKB Surabaya. Pada tahun 1957 dalam rangka pembebasan Irian Barat, Gedung dan seluruh inventarisnya oleh Penguasa Militer Provinsi Jawa Timur di serah terimakan kepada Ketua Dewan Pemerintah Daerah Kota Praja Surabaya.

Bertindak sebagai Penguasa Militer Daerah Provinsi Jawa Timur adalah Panglima Tentara Teritorium V/Brawijaya selaku Penguasa Militer atas Daerah Provinsi Jawa Timur no: KKM. 1223 / 12 / 1957 tanggal 10 Desember 1957.

Tahun 1957 lebih tepat tanggal 12 Desember 1957 di serah terimakan, selaku Komandan KKMB Surabaya Bapak Letkol. Soerijoto NRP: 13683 kepada Bapak R. Istidjab Ketua Dewan Pemerintah Daerah Kota Praja Surabaya.

Tahun 1957 pemerintah daerah akan mengusahakan Eksploitasi nya sebagai Balai Pertemuan Umum dengan nama Balai Pemuda. Sesuai dengan fungsinya sebagai pertemuan umum, Balai Pemuda digunakan untuk kegiatan-kegiatan pertemuan, pesta, rapat,dsb kepada pihak yang ingin menggunakannya.

Pada tahun 1965 Balai Pemuda juga menampung kegiatan para pemuda juga dipergunakan sebagai sekretariat sekaligus markas Front Pemuda. Pada awal Orde Baru dipergunakan sebagai markas KAMI dan KAPPI dalam menumpas G30S/PKI.

Pada 1971 – 1972 Gedung sebelah timur mengalami kerusakan. Oleh Walikotamadya Surabaya R.Soekotjo diambillah kebijakan untuk mengubah gedung ini dan selesai awal tahun 1972 terwujudlah gedung Balai Pemuda Mitra.

Hingga akhirnya tahun 1974 dipergunakan sebagai sekretariat Federasi Pemuda Indonesia dan KNPI dengan segala Kegiatannya. Gedung Balai Pemuda dilakukan pemugaran pada tahun 1979 dan selesai tahun 1980, tidak terjadi perubahan bentuk gedung sehingga nilai sejarahnya masih terlihat seperti aslinya.

Pada tahun 1980 gedung yang terletak strategis di jantung kota ini berdiri dengan megah yang didalamnya ada riwayat sejarah Arek-arek Suroboyo. Berkiprahnya para pemuda yang menggunakan gedung ini untuk kegiatan-kegiatan sosial. Juga digunakan sebagai pusat kegiatan apresiasi seni dan budaya seniman/seniwati Surabaya.

Hingga pada tahun 1980 - sekarang Balai Pemuda disebelah utara diberikan tempat untuk Dewan Kesenian Surabaya oleh Walikotamadya. Sebagai Pusat Pagelaran Kesenian Surabaya (PPKS).

Termasuk pusat pembinaan seniman/seniwati muda yang tergabung dalam Bengkel Muda Surabaya (BMS) dan Akademi Seni rupa Surabaya (AKSERA). Karena Balai Pemuda merupakan salah satu Dinas penghasil PAD, maka kegiatan pokok dari gedung balai pemuda adalah dengan cara menyewakan gedung kepada masayarakat dengan berbagai tujuan, antara lain untuk: Resepsi Pernikahan, Seminar, Pameran, Audisi Seni, Pagelaran Musik dll. (*)

Tags:

Libur lebaran lebaran Balai Pemuda Surabaya liburan di Surabaya