Rektor UIN KHAS Apresiasi Menteri Yaqut Cholil Prioritaskan Jemaah Haji

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Marno

5 Juli 2023 23:05 5 Jul 2023 23:05

Thumbnail Rektor UIN KHAS Apresiasi Menteri Yaqut Cholil Prioritaskan Jemaah Haji Watermark Ketik
Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Prof. Babun Suharto (Foto: Dok. pribadi Babun Suharto)

KETIK, JEMBER – Sedang ramai di sosial media memberitakan protes Gus Menteri Yaqut Cholil Qoumas ke Mashariq berkaitan dengan layanan yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia. Secara tegas, Gus Men, sapaan akrab menteri agama, memiliki perhatian terkait hal ini, terutama berkaitan dengan layanan distribusi makanan. 

Dari video yang beredar, pernyataan Gus Men, kurang lebih seperti ini, “Selama jemaah saya (haji Indonesia) sudah makan, baru saya mau makan. Kalau jemaah saya belum makan, saya ndak mau makan”. 

Peristiwa ini terjadi usai terlambatnya evakuasi jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah. Atas terjadinya peristiwa yang dialami para jemaah haji, Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Babun Suharto, membagikan pandangannya terhadap kisah Menteri Yaqut Cholil.

Berdasarkan pernyataan yang beredar tersebut, memperlihatkan ketegasan Gus Men untuk benar-benar memprioritaskan kondisi jemaah haji Indonesia. Baik dari layanan konsumsi, akomodasi, penginapan, transportasi, dan lain sebagainya. 

Sebatas informasi, para jemaah haji tahun 2023 banyak yang berusia 65 tahun ke atas. Karena itu, tagline dari Kementerian Agama adalah Haji Ramah Lansia. Banyak hal telah disiapkan untuk memberikan layanan dengan tidak mengurangi mutu layanan pada jamaah haji lainnya. 

Dalam angka tahun 2023, jumlah lansia mencapai 30 persen atau sebanyak 67.000 orang dari total jemaah haji Indonesia, yang berjumlah 229.000. Berdasarkan Big Data Kementerian Agama, terdapat sekitar 65.802 jemaah lansia, atau sekitar 33 persen dari total jamaah, termasuk jemaah dengan risiko tinggi.

Berkaitan dengan hal ini, telah banyak inovasi yang dilakukan oleh Kementerian Agama. Misalnya, menyediakan sarana transportasi bus salawat untuk jamaah haji lansia, menyediakan ruang tunggu khusus bagi Lansia di lobi-lobi hotel Makkah, menyediakan lift khusus untuk jamaah haji lansia, dan banyak lainnya. 

Para jemaah haji ini telah memenuhi syarat-syarat, misalnya syarat mampu (istita’ah) yang mengandung arti keuangan, keamanan, kesehatan fisik dan waktu. Pelayanan kepada seluruh jemaah haji ini menjadi kata kunci kesuksesan pelaksanaan ibadah haji tahun 2023.

Tentu, harus diakui, pelayanan jemaah haji tahun 2023 membutuhkan upaya dan usaha keras untuk memastikan semua hal berjalan dengan baik. Karena itu, pernyataan Gus Men untuk tidak makan sebelum jemaah haji makan, merupakan gambaran keteladanan seorang pemimpin. 

“Keteladanan ini terletak pada wujud tanggung jawab seorang pemimpin untuk memastikan segala persoalan dapat diselesaikan,” kata Babun. Dengan kata lain, kebutuhan pribadi harus ditinggalkan sebelum urusan tanggung jawab keumatan belum selesai. 

Hal inilah yang dapat menjadi contoh dan teladan yang baik saat banyak peristiwa atau oknum tertentu yang kerap kali mementingkan urusan pribadi dan kelompoknya, daripada urusan umat, bangsa, dan negara. 

Kepemimpinan Gus Men yang ditunjukkan sebagai Amirul hajj adalah prototipe pemimpin progresif terhadap persoalan yang ada, serta progresif (future orientation) dengan mengayomi dengan sikap kasih dan sayang. “Sebagai pemimpin, Gus Men turun langsung mengecek persoalan dengan turut serta bekerja,” imbuh Babun.

Saat ini para jamaah haji sudah mulai berdatangan kembali ke Indonesia. Tentu, tidak ada yang sempurna. Namun, tanggung jawab dari Kementerian Agama dengan segala daya telah dilakukan. 

Satu hal yang perlu terus dilakukan adalah evaluasi. Evaluasi juga menjadi kunci untuk terus dilakukan demi peningkatan pelayanan jamaah haji untuk tahun-tahun berikutnya.

“Sudah sepatutnya apresiasi diberikan kepada seluruh yang bertugas dalam mensukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun 2023. Profesionalitas dan dedikasi yang tinggi itu telah ditunaikan dengan sangat baik,” tukasnya.(*)

Tags:

UIN KHAS jamaah haji Menteri Yaqut Cholil Kementerian Agama Rektor Babun Suharto Apresiasi Jember