Rizal Ramli Berjuang Mewujudkan Mimpi Besar Para Cucu Pendiri NU

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

15 Januari 2023 07:33 15 Jan 2023 07:33

Thumbnail Rizal Ramli Berjuang Mewujudkan Mimpi Besar Para Cucu Pendiri NU Watermark Ketik
Foto : KH. Agus Solachul Aam (Gus Aam), cucu KH. Abdul Wahab Hasbullah saat bersilaturahmi ke sahabatnya Dr. Rizal Ramli.(Foto: Istimewa) 

KETIK, JAKARTA – Tokoh Nasional Dr Rizal Ramli (RR) lekat dengan kalangan tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Ia bahkan merupakan orang dekat mendiang Presiden KH Abdurrahman Wachid (Gus Dur) dan mendapat kepercayaan sebagai Menko Ekuin. Presiden Gus Dur sendiri merupakan cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. 

RR juga dikenal dekat dengan cucu KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab. Beliau juga merupakan salah satu ulama besar pendiri NU. 

Menjelang 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diperingati secara kolosal di stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 7 Februari 2023, RR banyak menyimpan kesan mendalam terhadap pesan para tokoh  tersebut. 

RR sendiri mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pakar Komite Khittah Nahdlatul Ulama 1926/NU Khittah 1926. Organisasi tersebut diinisiasi oleh KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam. 

Kedekatan Rizal Ramli dengan Cucu Mbah Wahab

Dr Rizal Ramli yang kerap disapa Gus Romli di kalangan Nahdliyin ini kerap melakukan silaturahim dengan Gus Aam dan keluarganya. Suatu ketika mereka datang di kediaman RR untuk membahas tentang persoalan bangsa. 

KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab datang bersama Kiai Ghozi Wahib Wahab. Mereka juga mengingat kedekatan Gus Romli dengan mendiang Presiden Gus Dur. 

Menurut Gus Aam, Gus Dur memang tidak salah memilih Rizal Ramli untuk masuk dalam kabinetnya yang menghadapi tantangan agar bisa bangkit paska krisis 1998. 

Meskipun usia pemerintahan Gus Dur hanya berlangsung kurang dari 2 tahun, berbagai kebijakannya, terutama soal ekonomi masih banyak diingat oleh rakyat. Misal saja tentang kebijakan kenaikan gaji PNS dan TNI/POLRI.

Gus Aam mengatakan, meski Rizal Ramli tak berada di dalam lingkaran kekuasaan, ide dan gagasannya masih tetap diperlukan dalam menjawab persoalan serius yang tengah melanda bangsa ini.

Gus Dur dan Rizal Ramli 

Sementara Kiai Ghozi Wahib Wahab, menyampaikan keresahan masyarakat terkait dengan kebijakan pemerintah yang sangat tidak populis. 

"Kalau ingat Gus Dur, saya jadi ingat ketika pertama mendapat tugas dari Gus Dur di Bulog. Yaitu ‘bikin rakyat senang’. Itu pesan Gus Dur,” jawab Rizal Ramli.

Para Kiai KKNU 1926 bertanya apakah masih ada harapan perubahan? Rizal Ramli-pun menjelaskan, bahwa perubahan akan menemukan jalannya. Karena rakyat sekarang makin terbuka pandangannya terhadap berbagai fakta kegagalan pemerintah dalam menangani krisis. 

Silaturahmi yang terasa akrab dan menemukan benang merah historis ini, juga menyinggung soal makin jauhnya rakyat menemukan sosok panutan.

Jubir Presiden Gus Dur, Adhie Massardi, yang turut mendampingi Rizal Ramli, mengatakan, bahwa Gus Dur bisa dikenang oleh rakyat, karena cucu dari pendiri NU, Hasyim Ashari itu hatinya memang untuk rakyat, dan orang-orang dekatnya mampu menjaga integritasnya. Orang dekat itu termasuk Rizal Ramli. 

Khusus dengan Gus Dur, Rizal juga merasa memiliki kedekatan tersendiri. Ia menganggap Presiden RI periode 1999-2001 dan mantan Ketua Umum PBNU selama tiga periode itu sebagai gurunya.

Gus Dur bahkan memberi dukungan pada Gus Romli untuk maju sebagai calon presiden (Capres) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2009 silam. 

"Gus Dur guru saya dalam politik, demokrasi, pluralisme, dan kemanusiaan," katanya. 

Oleh karena itu, pada momen jelang satu abad NU, Gus Romli berharap besar agar NU selalu memihak pada rakyat kecil. Rizal sendiri menjadi narasumber dalam acara `Halaqah Satu Abad NU` dengan tema `Gagasan Kontributif Membangun Kemandirian Ekonomi Nahdliyin` di kantor DPP PKB beberapa waktu lalu. 

"NU itu mobilnya rakyat. Saya selalu andaikan NU itu mobil `pelat hitam`. Itu lah yang membuat NU besar, selalu menjadi mobilnya rakyat,” ujar Rizal Ramli.

NU di Pentas Politik

Jika berbicara politik, para tokoh NU banyak terlibat dalam politik praktis. Gus Aam melalui sebuah catatan mengatakan bahwa Mbah Wahab adalah tokoh penting dalam proses berdiri sampai berkembangnya NU (1916 – 1971).

Beliau menjadi Kiai yg paling lama berkiprah di pentas perpolitikan nasional. Hal ini disebabkan karena beliau berkiprah tanpa henti mengikuti tiga zaman.

“Ya mulai masa pergerakan sampai merebut kemerdekaan, masa kepemimpinan Soekarno dan masa Kepemimpinan Soeharto,” kata Gus Aam. 

Gus Aam mengenang, sosok Mbah Wahab dikenal gemar berdebat dan olahraga. Terutama pencak silat, walaupun tubuhnya kecil. Namun karena keuletan berlatih mengantarkannya menjadi pendekar pencak silat. Bahkan Mbah Wahab mendirikan Pencak Timur di Kota Mekah

“Jadi tidak heran jika gurunya, Syaikhona Kholil Bangkalan sampai menjulukinya Sang Macan. Hal tersebut dibuktikan sebagai sosok Kiai yang tidak hanya berani dengan tangan kosong, tapi juga berani berkelahi lewat jalur organisasi dan politik,” ujar Gus Aam.

Ia menambahkan, Mbah Wahablah yang mendirikan organisasi Sarekat Islam SI cabang Mekah. Dari titik inilah kemudian Mbah Wahab banyak mendirikan organisasi mulai dari mendirikan Nahdlatul Wathon 1916 dalam bidang pendidikan, Tashwirul Afkar 1918 forum diskusi Ilmiah dan Nahdlatut Tujar 1918 dalam bidang ekonomi.

Selanjutnya, semua organisasi itu boleh dikatakan sebagai embrio dari berdirinya Nahdlatul Ulama, yang hingga kini mempunyai jumlah anggota paling besar di Indonesia.

“Di samping itu Mbah Wahab juga menginspirasi para pemuda pendukungnya untuk mendirikan Syubhanul Wathon 1924. Yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor ),” timpalnya lagi.

Gus Aam melanjutkan, Mbah Wahab adalah sosok peletak dasar dasar berorganisasi di NU, sehingga tertata rapi sampai tingkat ranting. Selain itu, juga berkonstribusi menata seluruh kekuatan NU agar kokoh dan solid. Sehingga, bisa digunakan melawan Belanda dan merebut kemerdekaan.

“Kaum muda mendapat perhatian yang serius dari Mbah Wahab, sehingga kemudian terbentuk penyatuan organisasi kepemudaan Da’ watus Syubban pimpinan Thohir Bakri dan Syubhanul Wathon oimpinan Abdullah Ubaid, menjadi persatuan pemuda Nahdlatul Ulama (PPNU ) yang kemudian menjadi Pemuda Nahdlatul Ulama (PNU) sampai sekarang ini akhirnya menjadi GP ANSOR,” urainya.

Gus Aam menyebut Mbah Wahab juga adalah seorang pejuang kemerdekaan. Untuk mengantisipasi perang kemerdekaan, Mbah Wahab mengumpulkan sekitar 200 tokoh, kiai, habaib, Gus Jawa dan Madura untuk menggembleng rohani pasukan Hizbullah selama seminggu.

Di sinilah Mbah Wahab menyiapkan perangkat perang untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara Republik Indonesia. Komitmen tersebut diaplikasikan Mbah Wahab dengan menginisiasi Resolusi Jihad.

Oleh karena kisah panjang NU dalam  pentas perpolitikan nasional, Rizal Ramli berharap besar NU selalu menjadi mobil bagi rakyat.(*) 

 

 

Tombol Google News

Tags:

Dr Rizal Ramli Satu Abad NU NU NAHDLATUL ULAMA KH Hasyim Asy'ari KH Wahab Hasbullah Gus Aam