Tim Asesmen BPBD Jatim Tuntaskan Pendataan Kerusakan Fasum 30 Desa di Pulau Bawean

Jurnalis: Sutejo Rc
Editor: M. Rifat

1 April 2024 20:40 1 Apr 2024 20:40

Thumbnail Tim Asesmen BPBD Jatim Tuntaskan Pendataan Kerusakan Fasum 30 Desa di Pulau Bawean Watermark Ketik
Sebelum turun ke lapangan tim asesmen dan perangkat desa diberi arahan dari BPBD Jatim di Bawean (29/3/2024). (Foto: Sutejo/Ketik.co.id)

KETIK, GRESIK – Gerak cepat dilakukan tim asesmen yang dibentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur yang terdiri dari 35 personil. Dalam tempo 2 hari tim ini berhasil menuntaskan pendataan kerusakan fasum 30 Desa di 2 Kecamatan, Sukapura dan Tambak pulau Bawean.

Tim yang dipimpin Heru Wibowo dan Wahyu Trisandi, diberangkatkan menggunakan kapal KRI Teluk Banten (29/3/2024) dari kawasan Armada Kawasan Timur II Surabaya dan Kembali menggunakan kapal Bahari Expres. sampai di pelabuhan Gresik pukul 12.55 wib, Senin (1/4/2024).

Personil yang dilibatkan dari 3 unsur, BPBD (13 personil), Sekretariat Bersama Penanggulangan Bencana (SRPB) Jatim 10 orang dengan koordinator Sutejo RC, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) 10 di bawah koordinator Endi Suhadi dan dokumentasi 1 Orang.

Sebagaimana dilaporkan Gatot Subroto Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, data kerusakan fasum yang sudah berhasil diasesmen di pulau Bawean adalah tempat ibadah sebanyak 202 unit, sekolah 104, kantor 25, pondok pesantren 5 dan 2 rumah sakit.

Foto Tim asesmen dari relawan SRPB Jatim saat melakukan pendataan kerusakan sekolah di desa  Gelam Kec. Tambak.  (foto:Sutejo / ketik.co.id)Tim asesmen dari relawan SRPB Jatim saat melakukan pendataan kerusakan sekolah di desa Gelam Kec. Tambak. (Foto: Sutejo/ketik.co.id)

Pelaksanakan pembangunan (rehab) tentu dilakukan secepatnya, sambil menunggu jika sudah diprediksi gempa susulan tidak terjadi lagi.

Mengingat gempa susulan (aftershock) terakhir Minggu (31/3/2024) pukul 18.00 WIB, dan total hingga saat ini telah terjadi gempa susulan sebanyak 406 kali.

Meskipun kegiatan warga mulai normal di siang hari,  tetapi warga pada malam masih enggan memasuki rumah. Hingga saat ini pengungsi masih cukup banyak.

Foto Salah satu ruang di SMA Negeri 1 Sangkapura yang mengalami kerusakan berat.  (foto:Sutejo / ketik.co.id)Salah satu ruang di SMA Negeri 1 Sangkapura yang mengalami kerusakan berat. (Foto: Sutejo/Ketik.co.id)

Tercatat di Kecamatan Tambak, anak anak 7.060 jiwa, orang dewasa 9.131 jiwa dan Lansia 2.541 orang. Sementara di Sangkapura ada 3.425 anak-anak,/9.468 orang dewasa, dan lansia: 2.524 jiwa.

Untuk itu kebutuhan mendesak yang diperlukan masih banyak. Di antaranya pendampingan psikologis, air mineral, tenda, matras, selimut, minyak telon, obat nyamuk, popok bayi, popok balita. Popok dewasa dan kebuhan pokok lainya. (*)

Tags:

Tim Asesmen BPBD Jatim Gempa Bumi Pasca Bencana pulau bawean