17 Rektor PTN Ikuti Program Kepemimpinan di Seoul Korsel, Bekal Bangun World Class University

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

22 April 2024 17:00 22 Apr 2024 17:00

Thumbnail 17 Rektor PTN Ikuti Program Kepemimpinan di Seoul Korsel, Bekal Bangun World Class University Watermark Ketik
Potret 17 Rektor PTN yang mengikuti PKKPT di SNU Korea Selatan (20/4/2024). (Foto: Humas Dikristek)

KETIK, JAKARTA – Kemendikbudristek melalui Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) menyelenggarakan Pelepasan Peserta Program Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Perguruan Tinggi (PKKPT) untuk Rektor Tahun 2024 pada Sabtu (20/4/2024).

Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan reputasi perguruan tinggi menuju World Class University.

PKKPT Rektor Tahun 2024 mengangkat tema Enterpreuneur Leadership Training, sebanyak 17 Rektor Perguruan Tinggi Negeri mengikuti kegiatan selama 7 hari di Seoul National University (SNU) Korea Selatan.

Kegiatan yang melibatkan narasumber dan fasilitator dari berbagai instansi terkait ini diisi dengan seminar, lokakarya, studi kasus, self-paced learning, dan berjejaring dengan industri dan perguruan tinggi di Korea Selatan.

Direktur Sumber Daya, M. Sofwan, turut mendorong agar peserta dapat meningkatkan kapasitas entrepreneurship.

Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi khususnya pada bidang pengelolaan SDM akan sangat ditentukan oleh kapabilitas kepemimpinan dan kesolidan lembaga perguruan tinggi.

“Ini adalah dua kata kunci yang sedang digodok dan aturannya sebentar lagi akan dikeluarkan,” ungkapnya. 

M. Sofwan memandang perlunya penguatan kelembagaan karena dengan kelembagaan yang solid pimpinan perguruan tinggi akan dipercaya mengelola sendiri seluruh aspek teknis yang menjadi hak atau tanggung jawab sebagaimana diatur di undang-undang guru, dosen dan Dikti.

Berikutnya yang tidak kalah penting adalah kepemimpinan. Tanpa pemimpin yang cakap, pengelolaan perguruan tinggi tidak bisa menciptakan lembaga perguruan tinggi yang solid.

Sofwan juga menyoroti dampak program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang ia nilai sangat membantu universitas untuk menapaki pengalaman baru dan lebih luas pada bidang akademik maupun nonakademik di luar dari kampusnya.

"Saya harap, pelaksanaan PKKPT ini, menambah manfaat dan keberkahan dari berbagai program yang telah kita jalankan sebelumnya sehingga setiap perguruan tinggi bisa berkiprah dan berkontribusi sesuai dengan center of excellent masing-masing,” imbuhnya.

Berikut 17 Rektor yang mengikuti PKKPT:

1. Agus Rubiyanto dari Institut Teknologi Kalimantan
2. Anter Venus dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
3. Baharuddin dari Universitas Negeri Medan
4. Efa Yonnedi dari Universitas Andalas
5. Fatah Sulaiman dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,
6. Febri Yulikas dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang
7. I Nyoman Pugeg Aryantha dari Institut Teknologi Sumatera
8. Irwandi dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
9. Ishak dari Universitas Teuku Umar
10. Lusmeilia Afrianid dari Universitas Lampung
11. Marwan dari Universitas Syah Kuala,
12. Muryanto Amin dari Universitas Sumatera Utara
13 Nur Ihsan dari Universitas Sembilan Belas November Kolaka
14. Oktovian Berty A. Sompie dari Universitas Sam Ratulangi
15 Salampak dari Universitas Palangka Raya
16 Sugiyanto dari Universitas Tidar
17) Wildan dari Institus Seni Budaya Indonesia Aceh.  (*)

Tombol Google News

Tags:

17 rektor 17 rektor PTN Kemendikbudristek Ditjen Diktiristek PKKPT world class university SNU Korea Selatan