AS Kucurkan Hibah Infrastruktur dan Keuangan USD 649 Juta ke Pemerintah RI

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

14 April 2023 03:28 14 Apr 2023 03:28

Thumbnail AS Kucurkan Hibah Infrastruktur dan Keuangan USD 649 Juta ke Pemerintah RI Watermark Ketik
Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati usai menandatangani Indonesia Infrastructure and Finance Compact senilai USD 649 juta, Kamis (13/4/2023).(Dok.MCC)

KETIK, JAKARTA – Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati menandatangani Indonesia Infrastructure and Finance Compact senilai USD 649 juta.

Dana ini merupakan hibah lima tahun antara Millennium Challenge Corporation (MCC) Pemerintah AS dan Pemerintah Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) MCC Alice Albright bergabung dalam upacara penandatanganan di Dana Moneter Internasional dengan perwakilan dari pemerintah AS dan Indonesia.

“Kemitraan ini mewakili keyakinan bersama Amerika Serikat dan Indonesia terhadap demokrasi dan pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh inovasi,” kata Sekretaris Yellen, yang merupakan Wakil Ketua Dewan Direksi MCC pada Kamis (13/4/2023). 

“Kesepakatan ini akan mendukung Kemitraan Transisi Energi Indonesia yang Adil, dan pengembangan infrastruktur tahan iklim yang memenuhi standar di bawah Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global (PGII) yang diumumkan bersama oleh presiden kita di KTT Pemimpin G20," tambahnya. 

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia mempekerjakan hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan menyumbang sekitar 57 persen dari total PDB. Karena negara terus berinvestasi dalam manufaktur dan ekspor berbasis komoditas, infrastruktur berkualitas tinggi diperlukan untuk mengangkut pekerja dan barang.

"MCC bangga dengan hubungan kami selama hampir 20 tahun dengan Pemerintah Indonesia," kata CEO Albright. 

"Dengan investasi ini, kami akan bekerja sama dalam proyek-proyek senilai total lebih dari USD 1 miliar," sambungnya. 

Kesepakatan yang ditandatangani ini akan berfokus pada keberlanjutan dan skalabilitas, meningkatkan ketahanan negara terhadap perubahan iklim dan guncangan eksternal lainnya sambil menciptakan lebih banyak peluang bagi pemilik bisnis untuk mengakses modal pasar.

Indonesia Infrastructure and Finance Compact, yang mencakup tambahan kontribusi sebesar USD 49 juta dari Pemerintah Indonesia, bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan bagi infrastruktur transportasi dan logistik negara dan UMKM, terutama yang dimiliki oleh perempuan.

“Indonesia mengambil tindakan penting untuk membangun lingkungan keuangan yang kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang bermanfaat bagi semua orang.” tambah Menteri Mulyani, “Saya senang melihat bagaimana upaya bersama kita akan terus memperkuat ketahanan ekonomi bagi generasi Indonesia saat ini dan mendatang," pujinya. 

Indonesia Infrastructure and Finance Compact sendiri terdiri dari tiga proyek. Yaitu Proyek Memajukan Aksesibilitas Transportasi dan Logistik (ATLAS) akan bekerja sama dengan lima pemerintah provinsi. Meliputi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Riau, Kepulauan Riau dan Bali.

Proyek tersebut bertujuan untuk meningkatkan perencanaan dan persiapan infrastruktur di tingkat daerah, di mana transportasi dan logistik lebih terbatas. 

Proyek yang dihasilkan akan meningkatkan akses kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia dan aksesibilitas layanan transportasi bagi perempuan dan penumpang penyandang disabilitas.

Kemudian Proyek Akses Keuangan untuk Usaha Milik Perempuan/Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan layanan pinjaman formal kepada UMKM, terutama yang dimiliki oleh perempuan. 

Proyek ini juga akan memberikan pelatihan bisnis, termasuk pelatihan literasi digital dan keuangan, serta bantuan teknis untuk meningkatkan kelayakan kredit dan kesiapan investasi.

Selanjutnya adalah Proyek Pengembangan Pasar Keuangan (FMD) yang akan memberikan bantuan teknis dan hibah keuangan campuran untuk meningkatkan partisipasi sektor swasta atau pembiayaan berorientasi komersial dalam investasi infrastruktur. 

Hal ini dinilai akan membantu pemerintah Indonesia untuk membentuk kemitraan baru dan memanfaatkan dana yang ada untuk mendanai proyek infrastruktur berkualitas tinggi dengan risiko rendah.

MCC dan Pemerintah Indonesia sendiri pertama kali bermitra pada tahun 2006 dengan program ambang batas USD 55 juta untuk mengurangi korupsi dan meningkatkan tingkat imunisasi. 

Pada tahun 2011, MCC dan pemerintah Indonesia bermitra lagi melalui program MCC-Indonesia Compact senilai USD 474 juta yang berfokus pada kesehatan dan gizi, pengelolaan lahan dan energi yang berkelanjutan, dan pengadaan pemerintah yang modern.

Millennium Challenge Corporation adalah lembaga independen pemerintah AS yang bekerja untuk mengurangi kemiskinan global melalui pertumbuhan ekonomi. Dibuat pada tahun 2004, MCC memberikan hibah dan bantuan terbatas waktu kepada negara-negara yang memenuhi standar yang ketat untuk pemerintahan yang baik, memerangi korupsi dan menghormati hak-hak demokrasi.(*)

Tags:

Millennium Challenge Corporation Hibah Amerika Serikat Menteri Keuangan Sri Mulyani Menteri Keuangan AS Janet Yellen KBRI Kbro wdc