Ayah Eri Cahyadi Berikan Pesan Khusus untuk Warga Surabaya 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rudi

22 Januari 2023 09:40 22 Jan 2023 09:40

Thumbnail Ayah Eri Cahyadi Berikan Pesan Khusus untuk Warga Surabaya  Watermark Ketik
Ayahanda Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelum dimakamkan. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Wali Kota Eri Cahyadi. Ayahanda  Eri Cahyadi, Urip Suwondo tutup usia Minggu (22/1/2023) dini hari, di Jalan Ketintang Madya. 

Karangan bunga tampak berjajar di halaman rumah orang tua Wali Kota Eri. Beberapa pejabat publik tampak hadir, satu persatu mengucapkan belasungkawa kepada keluarga besar Wali Kota Eri dan berdoa bersama. 

Di rumah duka, hadir Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansah, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, serta jajaran pejabat di lingkup pemkot. Para tamu yang hadir di rumah duka, turut mengiringi jenazah Ayahanda Wali Kota Eri ke masjid Baitussalam hingga ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tembok Gede.  

"Mohon doanya, semoga amal dan ibadah Abah saya diterima Allah SWT,” ucap Wali Kota Eri saat di pemakaman ayahnya. 

Usai memakamkan ayahnya, Wali Kota Eri tak mampu membendung air mata. Sepintas ia teringat nasihat almarhum ayahandanya, saat sebelum mencalonkan diri sebagai wali kota. Kala itu, ia mendapatkan nasihat, jangan sampai salah dalam mengambil sebuah kebijakan setelah terpilih sebagai wali kota.

“Ketika saya maju pertama kali menjadi wali kota, abah dan umi saya selalu mengatakan, ambil kebijakanmu jangan hanya untuk kebaikan warga Surabaya, tapi juga untuk menerangi makam abah dan umi ketika meninggal. Dan hari ini abah saya meninggal, saya nyuwun tulung (minta tolong) doanya kepada warga Surabaya,” kata Wali Kota Eri, sembari menyeka air matanya.  

Di pemakaman Tembok Gede, Wali Kota Eri turut didampingi  keluarga serta rekan kerjanya. Bahkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turut hadir dan mendampingi di pemakaman ayahandanya. 

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu tak lupa menyampaikan kepada warga Surabaya, untuk menegur dirinya ketika salah dalam melangkah atau mengambil sebuah kebijakan. Cak Eri tak ingin, kebijakan yang ia terapkan itu salah, sehingga membuat ayahnya tak tenang di alam kubur. 

“Mohon doanya, koreksi dan tegur saya, agar setiap langkah dan kebijakan yang saya terapkan nanti bisa menerangi makam abah,” harapnya.  

Cak Eri menambahkan, ayahnya sempat mengalami sakit jantung pada 2018 lalu. Seiring bergulirnya waktu, penyakit yang dialami Urip Suwondo berangsur pulih dan sempat mengalami drop pada saat pandemi lalu. Hingga akhirnya, di usia yang ke 77 Urip Suwondo wafat dalam keadaan tenang saat di kediamannya. 

"Semoga ini yang terbaik bagi abah dan semoga beliau lebih bahagia di hadapan Gusti Allah. Ini akan menjadi pembelajaran bagi saya ke depan, dalam mengambil langkah dan kebijakan untuk menerangi makam abah,” ujarnya. 

Setelah proses pemakaman selesai, Cak Eri mempersilakan warga Kota Pahlawan untuk hadir dalam acara tahlilan dan doa bersama di kediaman orang tuanya, Minggu (22/1/2023) Pukul 19.00 WIB. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wali Kota Eri Cahyadi ayah Eri Cahyadi meninggal pemkot