Banjir di Bangkalan, Pj Gubernur Jatim Minta Warga Tak Kembali ke Rumah Hingga Surut

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Gumilang

13 Maret 2024 23:50 13 Mar 2024 23:50

Thumbnail Banjir di Bangkalan, Pj Gubernur Jatim Minta Warga Tak Kembali ke Rumah Hingga Surut Watermark Ketik
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyoni bersama Pj Bupati Bangkalan Arief M Edie tinjau banjir yang terjadi di Bangkalan, Rabu (13/3/2024). (Foto: Humas Jatim)

KETIK, BANGKALAN – Banjir di Desa Kauman, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan membuat Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono meninjau langsung lokasi terdampakd, Rabu, (13/3/2024). Ketika meninjau, Adhy Karyono didampingi Pj Bupati Bangkalan Arief M Edie.

Adhy mengevakuasi masyarakat rentan seperti lansia. Ia juga meminta masyarakat untuk sementara waktu tidak kembali ke rumahnya masing-masing, sampai air benar-benar surut.

“Sebab saat ini, curah hujan masih tinggi dan diperkirakan masih akan hujan dalam beberapa hari ke depan,” katanya, Rabu (13/3/2024).

Selain melakukan evakuasi kepada masyarakat terdampak banjir terutama masyarakat rentan, Adhy juga menegaskan bahwa DAS Blega akan segera dilakukan normalisasi.

“Kami juga akan segera melakukan normalisasi DAS Blega karena ada kekhususan untuk tipe sungainya. Ada pecahan sungai, lalu menyatu lagi. Nah ini akan segera di normalisasi oleh Dinas PU SDA Prov Jatim,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga memastikan kebutuhan logistik masyarakat terdampak banjir terpenuhi. Mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan penting selama bulan Ramadan.

“Baik sahur dan buka puasa, atau bagi yang tidak berpuasa, jika di tengah-tengah ada yang membutuhkan, kita pastikan tercukupi. Kalau memang bisa dan memungkinkan, bisa langsung datang ke Dapur Umum di SMA Negeri 1 Blega,” katanya.

Lebih lanjut Pj Gubernur Jatim menegaskan bahwa khusus wilayah Blega, di daerah terdampak banjir, telah dikerahkan satu unit mobil pompa untuk mengalihkan genangan di pemukiman warga. Bahkan ia berkesempatan memantau langsung proses penyedotan genangan air menggunakan mobil pompa.

“Pompa sudah on semua termasuk banjir yang ada di Pasuruan dan Mojokerto. Ini kita sudah siapkan mesin pompa air dengan kapasitas 250 liter per detik. Masih baru dan fresh, dari Pasuruan kita pindahkan ke sini sampai nanti surut. Kalau hujan dan tergenang lagi, tetap kita standbykan disini,” ungkapnya.

Adhy memastikan seluruh upaya yang dilakukan oleh Tim BPBD baik dari Kabupaten Bangkalan dan Provinsi Jatim telah sesuai dengan SOP penanganan banjir.

“Kita pastikan bahwa penanganan banjir ini kita utamakan. Selain itu, kita juga akan siapkan beras CBP (Cadangan Beras Pemerintah) yang akan diberikan ke masyarakat. Juga ketika sudah surut, kita akan berikan alat bantuan kebersihan. Karena cukup berat untuk membersihkan pasca banjir ini,” jelasnya.

Usai meninjau banjir di Desa Kauman, Kec. Blega, Adhy juga mengunjungi lokasi dapur umum yang berada di SMA Negeri 1 Blega Bangkalan. Tampak aktivitas memasak guna memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi dan masayarakat terdampak, tengah disiapkan.

Pada kesempatan itu, ia juga turut menyerahkan bantuan logistik dapur umum kepada Pj. Bupati Bangkalan berupa beras 1.000 kg, minyak goreng 144 liter, paket siap saji 720 kaleng, paket lauk pauk 1.200 kaleng, air mineral 50 karton dan terpal 5 lembar.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Jatim hingga Selasa (12/3/2024) malam, kondisi genangan air di dua kecamatan yaitu Kec. Blega dan Kec. Arosbaya sudah cenderung mengalami penurunan berkisar ± 30 - 100 cm. Namun masih terjadi listrik padam di beberapa lokasi terdampak banjir.

Banjir luapan ini juga berdampak pada 1.602 KK/700 Jiwa serta 3 unit Fasilitas Umum yaitu Kantor Kecamatan, Balai Desa dan Tempat Ibadah. Bahkan satu pasar juga terdampak banjir luapan.

Sebagai langkah penanganan TRC BPBD Jatim terus melakukan evakuasi warga terdampak, serta telah mendirikan Pos Pengungsian dan Dapur Umum di SMAN 1 Blega Bangkalan.

Sementara itu, Yeni (43), warga Desa Kauman, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan mengatakan bahwa kemarin rumahnya terendam banjir hingga atap. Bahkan banyak barang-barangnya yang hanyut terbawa arus banjir.

“Ini banjir terparah dibandingkan dengan tahun 2001 lalu. Kompor dan lemari saya hanyut terbabwa arus. Mudah-mudahan dengan bantuan dan kehadiran Bapak Gubernur banjir bisa segera surut dan bantuan bisa cepat sampai ke kami,” katanya.

Di sisi lain, usai meninjau kondisi banjir luapan di Kec. Blega, Pj. Gubernur Adhy Karyono juga mengunjungi Pondok Pesantren Salafiyah Sa'idiyah di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Didampingi Pj. Bupati Bangkalan, kedatangan Pj. Gubernur Adhy ingin memastikan kondisi Ponpes yang juga turut terdampak banjir.

Banjir tersebut membuat proses belajar mengajar kepada 1.350 orang santri dan satriwati, sementara harus dihentikan. Volume banjir yang tinggi, membuat seluruh bagian Ponpes tergenang mulai dari 30 - 100 cm.

"Banjir disini seperti kita lihat sudah mulai surut dan sedang proses pembersihan. Kami berharap agar bisa segera dimaksimalkan proses pembersihan, mengingat beberapa siswa sedang masuk musim ujian sekolah," tuturnya. (*)

Tags:

Banjir Bangkalan banjir BPBD Jatim Pemkab Bangkalan Pj Gubernur Jatim Pj Gubernur Adhy Adhy karyono