Basarnas Masih Cari 7 Nelayan Gresik yang Hilang di Perairan Bangkalan

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: M. Rifat

14 Juni 2024 09:55 14 Jun 2024 09:55

Thumbnail Basarnas Masih Cari 7 Nelayan Gresik yang Hilang di Perairan Bangkalan Watermark Ketik
Basarnas masih mencari nelayan Gresik yang tenggelam di perairan Bangkalan, Madura, Jumat (14/6/2024). (Foto: Basarnas)

KETIK, SURABAYA – Usai menerjunkan KN (Kapal Negara) SAR 249 Permadi, Basarnas hingga hari ini (14/6/2024) masih mencari keberadaan 7 nelayan asal Gresik yang hilang di perairan Bangkalan usai rumah kontenairnya ambruk.

Pencarian dilakukan di area PHE WMO (Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore), kabupaten Bangkalan.

Berdasarkan informasi dari Satpolairud Gresik, kejadian yang dialami para korban ini berawal saat dua perahu dengan 16 orang penumpang sedang berada di bawah rumah kontainer yang menggantung di area PHE WMO, pada Selasa (11/6/2024) sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka sedang berlindung dari cuaca buruk pada saat itu.

Diduga karena angin kencang, tiba-tiba rumah kontainer yang menggantung tersebut jatuh dan menimpa kedua perahu di bawahnya. Akibat kejadian ini, 16 orang penumpang perahu ini terjatuh ke laut.

"Sebanyak 8 orang korban ditemukan dalam kondisi selamat, 1 orang ditemukan dalam kondisi meninggal atas nama Rizianto alias Safaq, dan 7 orang lainnya dalam proses pencarian," ucap Kepala Kantor SAR Surabaya, Muhamad Hariyadi, Jumat (14/6/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ketik.co.id, delapan korban selamat ini ada yang dievakuasi oleh nelayan-nelayan sekitar dan ada juga yang menyelamatkan diri dengan berenang hingga mencapai pantai.

Tiga dari delapan korban selamat, atas nama Zaini, Khotib dan Fatah, dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis. Lima korban selamat lainnya, atas nama Husni, Boyen (45), Budi (32), Hasan (63), dan Nok, dibawa pulang kembali ke rumahnya.

Sementara itu, tujuh orang korban dalam pencarian itu, identitasnya diketahui atas nama Aris asal desa Blandongan, kabupaten Gresik; serta enam orang asal desa Kroman, kabupaten Gresik, Abdul Gofar alias Gopek, Moulyono, Wawan, Haris, Lutfi dan Oji.

SAR Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi dengan 12 orang ABK untuk membantu upaya pencarian 7 orang korban yang belum ditemukan.

KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Navigasi Tanjung Perak menuju ke lokasi kejadian kecelakaan yang terletak di koordinat 6° 51' 29.50" S 112° 56' 52.10" E, jarak yang ditempuh sekitar 33,3 mil laut.

"Kami masih menyisir area dengan radius sekitar 2 mil laut dari lokasi kejadian," ucap Hariyadi.

Tim KN SAR 249 Permadi juga berkoordinasi dengan Satpolairud Gresik, Satpolairud Bangkalan, Pos Kamladu Gresik, Syahbandar Gresik, BPBD kabupaten Gresik dan nelayan sekitar, guna mengoptimalkan upaya pencarian.

Pada saat yang bersamaan, tim SAR gabungan juga berupaya berkoordinasi dengan SROP Surabaya dan VTS Surabaya guna pemapelan informasi kejadian kecelakaan ini kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

"Hal ini dimaksudkan agar mereka memberikan bantuan jika menemukan para korban," ucapnya.

Hingga upaya pencarian diakhiri Kamis petang (13/6/2024), tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan dari tujuh korban. (*)

Tags:

Basarnas SAR Surabaya Nelayan Gresik Tenggelam Tenggelam