Dikeluhi Pengusaha yang Diganggu Aparat, Muhaimin Nyatakan Sudah Temui Kapolri

Jurnalis: Fathur Roziq
Editor: Marno

12 Juni 2023 13:36 12 Jun 2023 13:36

Thumbnail Dikeluhi Pengusaha yang Diganggu Aparat, Muhaimin Nyatakan Sudah Temui Kapolri Watermark Ketik
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin menjawab keluhan dan usulan peserta dialog Dialog Multi Pihak, Tantangan Ketenagakerjaan di Pendapa Delta Wibawa Sidoarjo Senin (12/6/2023).

KETIK, SIDOARJO – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar menghadirkan harapan besar bagi dunia usaha, industri, investasi, serta ketenagakerjaan di Kabupaten Sidoarjo. Muhaimin menyatakan siap berkolaborasi mewujudkan iklim yang sehat bagi tenaga kerja serta pelaku usaha dan industri di Sidoarjo.

Muhaimin datang didampingi oleh Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja Dita Indah Sari dan anggota Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam serta Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah. Hadir pula Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali serta beberapa pejabat daerah. Dita bertindak sebagai moderator forum bertajuk Dialog Multi Pihak, Tantangan Ketenagakerjaan itu.

Foto Moderator Dita Indah Sari menggali aspirasi dari berbagai kalangan untuk mengetahui problematika ketenagakerjaan dan dunia usaha di Sidoarjo.Moderator Dita Indah Sari menggali aspirasi dari berbagai kalangan untuk mengetahui problematika ketenagakerjaan dan dunia usaha di Sidoarjo.

Ada pula perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo. Ada pula BPC Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), pengusaha disabilitas, serta utusan dari industri besar, menengah, dan kecil. Mereka mengikuti dialog yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa itu Senin (12/6/2023).

Dari mereka, Muhaimin mendapatkan berbagai pertanyaan dan masukan. Dari problematika dunia usaha dan industri serta secara khusus masalah ketenagakerjaan. Satu pertanyaan tajam diajukan oleh perwakilan pengusaha.  Dia mengaku terganggu oleh ulah aparat penegak hukum (APH).

Aparat hukum dinilai sering mencari-cari kesalahan pengusaha. Misalnya, mempertanyakan beragam hal. Kalau tidak kena satu, cari yang lain. Dari soal genset merambat ke perizinan lain. Lebih-lebih, seharusnya aparat hukum itu datang membawa orang-orang dari perizinan. Bukan penyidik.

”Kalau dicari-cari, pasti ada saja kesalahan yang ditemukan,” ungkap perwakilan pengusaha.

Muhaimin menyatakan, masalah seperti itu terjadi di banyak daerah. Sistem hukum kita belum bisa mengatasi problem-problem seperti itu. Namun, dia menyarakan agar hal seperti itu dibongkar juga.

”Saya sudah bertemu Kapolri agar mendisiplinkan.  Saya juga akan terdepan melawan APH yang mengganggu industrialisasi kita. Saya dapat dukungan penuh,” tegas mantan Menteri Tenaga Kerja RI tersebut.

Sebagai moderator, Dita Indah Sari juga membuka kesempatan bagi kalangan pengusaha disabilitas untuk menyampaikan unek-uneknya. Salah satunya, Chusnul S. Dia mengaku mengalami kesulitan dalam pengurusan izin kesehatan. Juga masalah permodalan usaha. Itu masalah utama pengusaha dari kalangan disabilitas.

”Program branding pemasaran serta bantuan modal dari pemerintah sangat kami harapkan,” katanya.

Muhaimin menyatakan siap membantu dengan mengoptimalkan sinergi berbagai pihak. Kesulitan permodalan diatasi lewat sinergi dengan perbankan. Sinergi tripartit juga dijalin, termasuk dengan dunai pendidikan untuk masalah ketenagakerjaan.

"Jika problematika ketenagakerjaan ini bisa teratasi dapat menekan angka pengangguran, mewujudkan ekonomi yang sehat, dan kemakmuran rakyat," terangnya.

Muhaimin menyatakan akan mendukung kepemimpinan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor untuk dapat mewujudkan hal tersebut. Muhaimin menegaskan siap mem-back up penuh melalui perannya di pemerintahan pusat dan lintas sektoral.

"Saya berharap Gus Muhdlor ini menjadi bupati yang sukses. Keluhan pengusaha dan suasana yang tidak kondusif akan saya atasi dengan Gus Muhdlor," ungkap Muhaimin yang juga ketua umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (*)

 

Tombol Google News

Tags:

Muhaimin Iskandar cak imin Dita Indah Sari Problem Tenaga Kerja Apindo HIPMI