DPR RI Tinjau Kesiapan PLN Jelang Nataru di Jatim 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Irwansyah

24 Desember 2022 05:24 24 Des 2022 05:24

Thumbnail DPR RI Tinjau Kesiapan PLN Jelang Nataru di Jatim  Watermark Ketik
Peninjauan yang dilakukan Hendrik Halomoan di PLN UID Jatim. (Foto: Humas PLN)

KETIK, SURABAYA – Anggota Komisi VII, Hendrik Halomoan Sitompul meninjau langsung kesiapan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terkait pasokan listrik jelang natal dan tahun baru.

Ia didampingi General Manager PLN UID Jawa Timur Lasiran, Hendrik meninjau langsung sistem kelistrikan Jawa Timur di control center Unit Pengatur Pelaksana Distribusi (UP2D) Jawa Timur. 

Lasiran memaparkan masa kesiapsiagaan natal 2022 dan tahun baru 2023 dimulai pada 19 Desember 2022 – 4 Januari 2023 yang diikuti oleh 112 Unit Layanan Pelanggan (ULP), 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan 1 Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) yang menaungi seluruh wilayah Jawa Timur. 

“1.388 personel yang terdiri dari pegawai, personel PDKB dan personel pelayanan teknik, command center akan mengamankan 413 lokasi siaga dengan rincian 351 gereja, 62 lokasi perayaan tahun baru dan mendirikan 129 posko kelistrikan. Untuk beban puncak tadi malam pada 22 Desember 2022 yakni sebesar 5.617 MW,” imbuh Lasiran. 

Hendrik mengakui kesiapan PLN secara menyeluruh tidak hanya dari segi personel, peralatan melainkan infrastruktur. 

“Saya melihat rekan-rekan di Jawa Timur di bawah kepemimpinan Pak Lasiran sudah mempersiapkan dengan baik kelistrikan untuk menunjang Natal 2022 dan Tahun baru 2023. Hal ini selaras dengan yang telah disampaikan Direktur PLN, Darmawan Prasodjo saat menggelar apel kesiapsiagaan Nataru beberapa waktu yang lalu bahwa baik secara personel, peralatan maupun sistem kelistrikan PLN siap menunjang keandalan pasokan listrik saat Nataru,” papar Hendrik. 

Selama masa siaga, PLN memastikan keandalan pasokan listrik untuk kelancaran ibadah natal 2022 dan perayaan tahun baru 2023. Personel PLN dilengkapi dengan 16 unit Genset Mobile, 225 Unit Gardu Bergerak (UGB), 27 unit UPS, 405 mobil yantek, 11 unit mobil crane, 13 unit skylift dan 693 sepeda ULC di 112 Unit Layanan Pelanggan yang sudah dicek keamanan dan kesiapannya pada apel siaga serentak pada Selasa (20/12) lalu. 

Lasiran memastikan pasokan listrik aman dengan daya mampu sebesar 8.537 MW, prediksi beban puncak tertinggi sebesar 6.233 MW dengan cadangan daya 2.304 MW. Sementara, untuk malam tahun baru 1 Januari 2023 diprediksi beban puncak mencapai 5.271 MW naik sebesar 5,78% dari tahun sebelumnya. 

Di akhir pertemuan, Hendrik berharap PLN dan pemerintah serta berbagai pihak lainnya bersinergi mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur. 

“Dilihat dari segi kecukupan daya, agar PLN lebih giat meningkatkan upaya untuk menumbuhkan iklim perekonomian di Jawa Timur, khususnya di sektor industri karena mereka juga banyak menggunakan energi mandiri, jadi sangat disayangkan pasokan daya yang cukup dan andal harus dimaksimalkan pemanfaatannya,” pungkas Hendrik. (*)

Tombol Google News

Tags:

Komisi VII PLN UID Jawa timur Hendrik Halomoan listrik