Ini 5 Kelenteng Tertua di Jatim, Nomor 3 Terluas di ASEAN

Jurnalis: Arief
Editor: Rudi

12 Juni 2023 19:10 12 Jun 2023 19:10

Thumbnail Ini 5 Kelenteng Tertua di Jatim, Nomor 3 Terluas di ASEAN Watermark Ketik
Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. (Foto: Instagram @eewan_tom)

KETIK, SURABAYA Tradisi dan budaya Tiongkok di Indonesia tidak bisa lepas dari hubungan dagang di masa lampau. Menurut sejarawan, Didi Kwartanada, kedatangan Tionghoa ke Indonesia diperkirakan awal abad ke-5 Masehi.

Hubungan dagang itu diperkirakan tahun 414 yang dibarengi dengan memperkenalkan budaya, adat, tradisi, maupun agama. Salah satu peninggalan yang masih lestari hingga saat ini adalah kelenteng.

Cukup banyak kelenteng di Jawa Timur yang dijadikan objek wisata religi, lantaran nilai historis yang tinggi. Berikut kelenteng yang usianya lebih dari satu abad di Jatim:

1. Eng An Kiong, Malang

Pemerintah Kota Malang telah menetapkan Kelenteng Eng An Kiong sebagai cagar budaya. Gedung ini dibangun Kwee Sam Hway (Yaw Ting Kong), dan baru rampung satu tahun kemudian. Kelenteng ini juga melakukan penambahan ruang pada 1895 dan 1934.

Kelenteng Eng An Kiong memiliki 99 rupang (patung dewa-dewi), serta ukiran naga di setiap sudutnya. Cukup banyak kegiatan keagamaan kelenteng yang ada di Jalan R.E Martadinata, Malang ini. Misalnya sedekah bumi, imlek, hingga cap go meh.

2. Tjoe Hwie Kiong, Kediri

Banjir besar pada 1955 menghapus dokumen penting di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong. Termasuk sejarah pembangunan kelenteng yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kediri ini.Foto Kelenteng Tjoe Hwie Kiong pernah dihantam banjir setinggi 1 meter yang membuat banyak dokumen hanyut. (Foto: dokumen Prayitno Sutikno).Kelenteng Tjoe Hwie Kiong pernah dihantam banjir setinggi 1 meter yang membuat banyak dokumen hanyut. (Foto: dokumen Prayitno Sutikno).

Dokumen lain mencatat kelenteng ini dibangun tahun 1817. Adapun arsiteknya adalah seorang saudagar asal Tiongkok yang melakukan hubungan dagang melalui Sungai Brantas.

Sang saudagar membawa patung Tian Shang Sheng Mu atau Dewi Samudra yang diletakkan di tepi Sungai Brantas. Salah satu icon kelenteng ini adalah Patung Dewi Mak Co (Dewi Samudra), setinggi 5 meter, seberat 18 ton dan menghadap Brantas.

3. Kwan Sing Bio, Tuban

Bisa dibilang Kelenteng Kwan Siong Bio di Tuban yang terluas di Asia Tenggara. Luasnya diperkirakan mencapai 4-5 hektare dengan ciri khas patung kepiting raksasa di atas gerbang.

Selain memiliki bangunan yang cukup luas, Kelenteng Kwan Sing Bio juga memiliki patung Dewa Kwan Sing Tee Koen yang mencapai 30 meter. Gedung ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-18 atau tahun 1773, untuk menghomati Dewa Kwan Sing. Ia adalah dewa perang yang hidup pada 221-269 M. Kelenteng ini berdiri di Karangsari, Kutorejo, Tuban.

4. Hong Tiek Hian, Surabaya

Diperkirakan Kelenteng Hong Tiek Hian sebagai penanda lahirnya Majapahit pada abad ke-13. Diperkirakan kelenteng ini dibangun pasukan Tar-Tar asal Mongolia yang mecoba menginvasi Singasari pada 1293.

Kelenteng ini dijadikan wisata religi yang salah satunya menampilkan wayang potehi pada pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Kelenteng Hong Tiek Hian yang berada di Jalan Dukuh ini digunakan ibadah untuk tiga agama, Konghucu, Budha, dan Tao.

5. Kim Hin Kiong, Gresik

Inilah kelenteng tertua di Jawa Timur. Kim Hin Kiong diperkirakan dibangun  tahun 1153. Terdapat delapan dewa di dalam kelenteng yang meliputi Thian Siang Sing Bo (Dewa Laut), Macho (Dewi Laut), Kwan Kong (Dewa Kejujuran), Kwan in (Dewi Kasih Sayang) dan Toa Pek Kong (Dewa Bumi).

Di awal pembangunannya kelenteng ini berada di kampung pecinan. Lokasinya mudah dijangkau, lantaran berada di jantung Kota Gresik. Tepatnya di Jalan Dr Setiabudi atau di alun-alun Kota Pudak.

Tombol Google News

Tags:

kelenteng Tiongkok tionghoa tri dharma buddha Jawa timur