Jepara Innovation Award: Menggali Inovasi Generasi Muda di Kota Ukir

19 Februari 2025 12:21 19 Feb 2025 12:21

Thumbnail Jepara Innovation Award: Menggali Inovasi Generasi Muda di Kota Ukir Watermark Ketik
Kepala Bappeda Jepara Hasannudin Hermawan saat memberikan sambutan acara final Jepara Innovation Award (JIA) yang diselenggarakan di Ruang Galeri Saintek Unisnu, Selasa (18/2/2025). (DiskominfoJepara/AR for ketik.co.id)

KETIK, JEPARA – Dunia riset di Kota Ukir Jepara terus menunjukkan kemajuan yang signifikan setiap tahunnya. Salah satu indikatornya adalah terselenggaranya event tahunan berbasis riset dan ilmu pengetahuan bertema Jepara Innovation Award (JIA). 

JIA sebuah kompetisi ilmiah yang menjadi wadah bagi pelajar SMA/sederajat di Kabupaten Jepara untuk menampilkan kreativitas dan inovasi mereka.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara, Science and Technopark Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, dan PT Bhumi Jati Power. JIA menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Jepara mendukung riset dan inovasi demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kepala Bappeda Jepara, Hasannudin Hermawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemkab Jepara akan terus mendukung kegiatan berbasis riset. Melalui kompetisi berbasis riset dan pengembangan inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Jepara.

"Ajang ini sebagai bukti bagaimana kita bisa memecahkan persoalan ke depan melalui riset dan menjadi bukti juga inovasi di Kabupaten Jepara terus hidup dan tidak pernah mati," ujar Hasannudin saat acara final JIA di Ruang Galeri Saintek Unisnu, Selasa 18 Februari 2025.

Hassanudin menegaskan pentingnya kesinambungan ajang ini agar manfaatnya semakin besar di masa depan. Menurutnya, event-event berbasis riset dan ilmu pengetahuan seperti ini perlu didukung agar prestasi dan inovasi siswa-siswi di Jepara dapat terus berkembang serta dapat mengharumkan nama daerah.

"Kegiatan ini harapannya tidak berhenti tetapi harus ada kelanjutan, misalnya kita akan ikutkan di lomba berikutnya, sampai di tingkat provinsi dan nasional," lanjutnya.

Selain itu, Hassanudin juga berpesan bahwa karya-karya inovatif dari 12 finalis JIA ini nantinya akan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Para juara dalam ajang JIA ini juga akan diundang untuk gelar wicara atau talkshow di LPPL Radio Kartini FM Jepara. Terkait hal itu pihaknya pun sudah koordinasi dengan Diskominfo Jepara. 

"Ke depannya jangan sampai hanya selesai di sini, jadi nanti ada pendampingan untuk implementasinya. Dan keenam inovasi yang berhasil meraih juara ini tidak hanya sebatas pada forum, harus kita implementasikan kepada masyarakat," tukasnya. 

Sementara itu, Rektor Unisnu, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun Jepara dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Dari 107 proposal yang dikirim, sebanyak 40 proposal terpilih mengikuti workshop, hingga tersaring 12 kelompok riset untuk mempresentasikan karya mereka di final JIA.

Jepara Innovation Award menjadi bukti nyata bahwa inovasi di Kabupaten Jepara terus berkembang, membentuk generasi muda yang kreatif dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.(*)

Tombol Google News

Tags:

Jepara Pemkab Jepara Bappeda Jepara Hasannudin Hermawan Jepara Innovation Award JIA Lomba Inovasi Unisnu Jepara PT Bhumi Jati Power Kominfo Jepara