Jet Tempur NATO Buru Pesawat Rusia di Atlantik Utara

Jurnalis: S. Widodo
Editor: M. Rifat

3 Mei 2023 01:29 3 Mei 2023 01:29

Thumbnail Jet Tempur NATO Buru Pesawat Rusia di Atlantik Utara Watermark Ketik
Ilustrasi. Jet tempur NATO dikerahkan untuk patroli pesawat Rusia. (Foto: Istockphoto)

KETIK, JAKARTA – Jet tempur NATO dikerahkan untuk melacak pesawat patroli maritim Rusia yang melanggar aturan keselamatan udara di Atlantik Utara.

"Pesawat (Rusia) itu tidak mematuhi aturan keselamatan udara internasional dan dapat menimbulkan bahaya bagi pesawat lain di kawasan itu," kata komando udara NATO, Selasa (2/5/2023) dilansir The Guardian.

Adapun, pesawat Rusia yang dianggap melanggar tersebut berjenis Tu-142 dengan nama kode NATO BEAR- F.

Sementara itu, jet tempur yang dikerahkan oleh NATO adalah pesawat reaksi cepat dari Inggris dan Norwegia.

Sebelumnya, pesawat tempur Rusia dan Amerika Serikat (AS) nyaris bentrok di atas Suriah setelah pilot Negeri Beruang Merah tersebut mencoba memulai pertempuran di udara (dogfight).

Juru bicara Komando Pusat AS Kolonel Joe Buccino mengatakan upaya tersebut telah terjadi beberapa kali yang dianggapnya sebagai contoh perilaku agresif dari pilot Rusia.

Meskipun demikian, seorang pejabat AS mengatakan pilot Rusia tampaknya tidak mencoba menembak jatuh jet AS. Namun, mereka mungkin mencoba  "memprovokasi" AS dan "menarik kita ke dalam insiden internasional," tuturnya kepada CNN International.

Sebuah video yang dirilis oleh Komando Pusat AS mulai 2 April menunjukkan jet tempur SU-35 Rusia melakukan pencegatan yang "tidak aman dan tidak profesional" terhadap jet tempur F-16 AS.

Video kedua dari 18 April menunjukkan pesawat tempur Rusia yang melanggar wilayah udara koalisi dan berada dalam jarak 2.000 kaki dari pesawat AS, jarak yang dapat ditempuh jet tempur dalam hitungan detik.

Perilaku yang lebih agresif dari pilot Rusia juga terjadi di luar Suriah. Pada Maret lalu, jet tempur SU-27 Rusia bentrok dengan pesawat tak berawak MQ-9 Reaper AS di wilayah udara internasional di atas Laut Hitam.

Bentrokan itu merusak propeler drone, memaksanya jatuh ke dalam air dalam sebuah insiden yang digambarkan AS sebagai "tidak aman, tidak profesional" dan bahkan "ceroboh". (*)

Tombol Google News

Tags:

Jet tempur NATO Rusia