Keluar dari Sial 'Ghosting Politik', Tulus : Megawati Mesti Pertimbangkan Rizal Ramli

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

8 September 2023 07:35 8 Sep 2023 07:35

Thumbnail Keluar dari Sial 'Ghosting Politik', Tulus : Megawati Mesti Pertimbangkan Rizal Ramli Watermark Ketik
Dr Rizal Ramli.(Dok.KETIK)

KETIK, JAKARTA – Awal tahun 2023, dunia musik Indonesia diwarnai dengan sebuah lagu galau yang begitu banyak disukai para penonton, pendengar dan yang membaca ulasannya.  

Pada 23 Januari. Penyanyi diva baru Indonesia, Mahalini merilis album perdananya “Fabula” dan lagu  “Sial“  langsung menjadi top hits para pecinta musik Indonesia. Lagu ini jadi tren, menjadi viral di TikTok, ngehits banget  di Youtube. 

Lagu itu memang lintas generasi, paling tidak mereka yang mengaku gen native digital pasti tahu lagu ini. Kekuatan  lagu “Sial“ memang pada liriknya bercerita mengenai, kekesalan, sakit hati, kecewa dengan orang yang dicintainya dengan setulus hati tapi menghilang begitu saja. Intinya mencintai orang yang salah. 

Menghilang begitu saja dari sebuah hubungan “cinta“ gen now, adalah ghosting. According to  Oxford dictionary, pengertian ghosting adalah “the practice of ending a personal relationship with someone by suddenly and without explanation withdrawing from all communication“.

Kira-kira artinya menghilang hubungan antar pribadi, secara mendadak, hilang tanpa jejak, tanpa penjelasan  dan memutuskan semua komunikasi.

Bulan Juni 2023 lalu. Sebuah media online berita mengutip situs Elle Amerika Serikat yang menemukan data mengenai ghosting.

Dari survei ini ditemukan 26 persen wanita dan 33 persen pria pernah melakukan ghosting dan di-ghosting. Sementara 24 persen wanita dan 17 persen pria mengaku pelaku ghosting tetapi tidak pernah di-ghosting

Dalam dunia politik ada juga “ghosting politik“. Ada parpol (partai politik) yang mungkin sempat mengalaminya. Kecewa kemudian mencabut dukungan dan kini jalan sendiri, atau bisa juga berkoalisi dengan partai lain. Katanya, nggak ada itu etika politik, menghilang begitu saja.

Tapi, apakah SBY tidak pernah melakukan ghosting politik?

Pengamat Geopolitik Tulus Sugiharto punya kisah unik tentang Rizal Ramli (RR) secara langsung dan kemudian juga di media. 

Katanya di Kedaipena, “Jadi ingat SBY membujuk dan tanda-tangani kesepakatan pengangkatan RR sebagai Menko Ekuin di Cikeas, tapi dibatalkan karena bujukan Jusuf Kalla.”

Lanjut cerita kata RR, kerap dibohongi, sampai tahun 2006, RR tetap bantu SBY secara tidak langsung. Kemudian RR memutuskan oposisi setelah SBY memberikan ladang minyak Cepu kepada Exxon. 

Jadi jika meminjam judul lagunya Justin Timberlake,mantan aktivis mahasiswa ITB dan ekonom senior lulusan Boston University, AS ingin berkata "What goes around, comes around". 

Lalu apakah  RR  merasa di ghosting juga ketika dibujuk jadi Menko oleh Pak Jokowi? 

"Bang RR cerita diberbagai media, intinya nya waktu itu, Pak Jokowi bilang, Mas Rizal, yang minta tolong itu bukan saya Jokowi presiden. Siapa sih saya dibanding mas Rizal, pengalaman, jaringan dan jam terbang. Yang minta tolong ini rakyat Indonesia yang ingin hidupnya lebih baik. Akhirnya bang RR  bersedia jadi Menko Maritim," ucap Tulus.

Saat RR dipecat jadi Menko, apakah 'rakyat' yang meminta? Apa selama menjadi Menko selama satu tahun ada kebijakannya  yang  mendukakan rakyat? Tidak berpihak pada  rakyat? Yang mana?

Ini cerita loncat sedikit, ada kisah di ring tinju kelas berat dunia pada 29 April 2017.  Petinju Ukraina, Wladimir Klitschko berhadapan dengan  petinju Inggris, Anthony Joshua. Di ronde ke 6, Klitschko memukul menjatuhkan Joshua, tapi kemudian  dia bisa bangkit  berbalik unggul dengan memukul KO Klitschko di ronde ke 11. 

Mungkin, tips paling kuat untuk bangkit dari ghosting itu seperti seorang petinju yang dipukul jatuh tapi bisa  bangkit pada hitungan ke 8, sebelum  hitungan 10 dia sudah berdiri, bangkit dan melawan balik lagi. 

"Bang RR itu 'petinju politik dan ekonom' tangguh, dia pernah terpukul sedih karena kehilangan orang tua pada masa kecil, dipukul  jatuh masuk penjara bertahun, dipukul jatuh karena 'dilupakan' masuk  kabinet, dipukul jatuh karena dicopot jadi Menko, dipukul jatuh karena kehilangan istri tercinta. Tapi sebelum hitungan ke 8 dia selalu bisa bangkit. Dia bangkit selalu dengan semangat yang lebih kuat  karena punya niat besar untuk menciptakan kemakmuran bagi  rakyat," ungkap Tulus.  

Meminjam judul lagunya Tulus, RR adalah Manusia Kuat. 

"Dear Mbak Mega , ayo lirik 'manusia kuat' Bang RR  yang bisa keluar dari 'sial' dari 'ghosting politik' kuat dari berbagai pukulan hidup. Beri  “ring tinju“  buat bang RR melalui Pemilu. Ayo mbak, intip sedikit judul lagu ini  jodoh pasti bertemu," kata Tulus.(*)

Tags:

Dr Rizal Ramli Sial Ghosting politik Megawati Tulus Sugiharto Mahalini