Kembali Digelar, Perkemahan Pramuka MAHAKOSTA Tanamkan Benih Generasi Tangguh dan Berkarakter

Jurnalis: Teguh Ariffianto
Editor: M. Rifat

18 Mei 2024 08:13 18 Mei 2024 08:13

Thumbnail Kembali Digelar, Perkemahan Pramuka MAHAKOSTA Tanamkan Benih Generasi Tangguh dan Berkarakter Watermark Ketik
Peserta pramuka penggalang SD Bobkri Gondolayu, didampingi olek kak Dra. Bernadetta Herry Ryantini (18/5/2024). (Foto: Teguh/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Perkemahan Mahargyo Hari Pentakosta atau MAHAKOSTA merupakan acara tahunan memperingati hari Pentakosta melalui kemah pramuka.

PAcara ini diikuti oleh Pramuka Penggalang SD, Penggalang SMP, dan Penegak SMU maupun SMK yang berpangkalan di sekolah-sekolah di bawah Yayasan BOBKRI Yogyakarta.

Pada 2024 ini merupakan Perkemahan Mahakosta yang ke-39. Acara diselenggarakan di Bumi Perkemahan Gondang 2 Bulak, Wukirsari Cangkringan Sleman, Yogyakarta, pada 17 sampai 19 Mei 2024.

Dra. Bernadeta Herry Ryantini, Kepala sekolah SD BOBKRI Gondolayu menuturkan, di tengah gempuran modernisasi dan arus globalisasi, Gerakan Pramuka tetap teguh berdiri sebagai benteng pembinaan karakter bagi generasi muda.

Dia juga menyebut Pramuka bagaikan oase di tengah padang pasir, menyiramkan semangat juang, persaudaraan dan keimanan pada tunas-tunas bangsa.

Foto Api Unggun dan pentas seni pramuka  MAHAKOSTA Yayasan BOBKRIApi Unggun dan pentas seni pramuka MAHAKOSTA Yayasan BOBKRI. (Foto: Teguh/Ketik.co.id)

Dia menambahkan, gerakan Pramuka mendidik para anggotanya menjadi pribadi tangguh, siap mengarungi kehidupan sehari-hari dengan penuh keyakinan dan ketangguhan.

"Tidak hanya itu saja, Kemah pramuka MAHAKOSTA merupakan ajang kompetisi yang menguji ketangkasan, kekompakan, dan pengetahuan para Pramuka Penggalang dan Penegak. Berbagai lomba seru dan edukatif diadakan untuk mengasah kemampuan dan menumbuhkan jiwa sportivitas para peserta," jelas Bernadetta

Di sisi lain, Vimal, salah satu wali murid  SD BOPKRI Gondolayu yang menjadi peserta kemah menyampaikan, Kegiatan perkemahan bukan sekadar rekreasi, tetapi sarana pembelajaran yang berharga.

"Di tenda-tenda perkemahan, anak-anak belajar kemandirian, membangun kerja sama tim, dan pantang menyerah dalam menghadapi rintangan," ungkapnya.

Pramuka bukan sekadar organisasi kuno yang terjebak dalam tradisi. Di era digital ini, Pramuka terus berbenah diri, beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan jati dirinya.

Foto Pembina Pramuka MAHAKOSTA Yayasan BOBKRIPara pembina Pramuka MAHAKOSTA Yayasan BOBKRI. (Foto: Teguh/Ketik.co.id)

Perkemahan MAHAKOSTA bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan rasa cinta tanah air dan persatuan bangsa, mengembangkan jiwa kepemimpinan dan kemandirian, memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di tempat terpisah, Prima Laksana, alumni SMU BOSA menceritakan, dia mempunyai pengalaman bahwa MAHAKOSTA menjadi wadah bagi para Pramuka BOBKRI untuk bersaing secara sportif dan positif. Di kegiatan ini peserta juga saling belajar dan berbagi pengalaman, mempererat tali persaudaraan dan persahabatan, serta mempersiapkan diri untuk menjadi generasi muda yang tangguh dan berkarakter.

Kak Yusuf Tri Hartono, salah satu pembina Pramuka SD Bobkri Gondolayu menyampaikan, dalam setiap acara Pramuka pada malam harinya  selalu digelar Api unggun. Dalam acara api unggun inilah menjadi saksi bisu penanaman nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kebangsaan, dan kepedulian terhadap sesama.

"Jadi kegiatan pramuka memang kegiatan yang bermanfaat. Berkemah di alam bebas menjadi guru terbaik untuk menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, kesetiakawanan dan rasa syukur atas alam yang indah ciptaan Tuhan," ucapnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pramuka Yayasan BOBKRI Yogyakarta Perkemahan Mahargyo Hari Pentakosta MAHAKOSTA