LaNyalla: Kualitas Pendidikan Jadi Pilar Utama Kualitas SDM Korea Selatan, RI Harus Contoh

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

27 Juni 2024 10:20 27 Jun 2024 10:20

Thumbnail LaNyalla: Kualitas Pendidikan Jadi Pilar Utama Kualitas SDM Korea Selatan, RI Harus Contoh Watermark Ketik
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Humas LaNyalla)

KETIK, SURABAYA – Kualitas pendidikan di Korea Selatan memang sangat mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di negara tersebut.

Korea Selatan dikenal memiliki sistem pendidikan yang sangat kompetitif dan disiplin, yang berfokus pada prestasi akademik tinggi dan teknologi.

Dengan demikian, kualitas pendidikan yang tinggi di Korea Selatan berkontribusi signifikan terhadap pengembangan SDM yang berkualitas, inovatif, dan kompetitif di tingkat global.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, Indonesia seharusnya belajar dari Korea Selatan, dengan mengutamakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Karena itulah yang dilakukan Korea, sehingga hari ini mereka lebih maju dari Indonesia.

Menurutnya, kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia lebih berlimpah dari pada Korea, tetapi faktor SDM telah membuktikan sebagai faktor yang lebih penting.

"Padahal kita dan Korea sama-sama merdeka di tahun 1945. Tetapi mereka sekarang jauh lebih maju dan pendapatan per kapita masyarakatnya jauh di atas kita,” terang LaNyalla melalui keterangan pers pada Rabu (26/6/2024) waktu setempat.

Di hadapan para diplomat Indonesia yang berada di Korea, LaNyalla berharap para diplomat yang bertugas di Korea bisa memberi masukan-masukan strategis kepada pemerintah, tentang keunggulan Korea dalam berbagai bidang yang dapat menjadi arah prioritas pembangunan Indonesia.

Menurutnya, apa yang dicanangkan oleh presiden terpilih, tentang peningkatan kualitas SDM yang dimulai sejak dari bangku sekolah dengan pemberian makanan bergizi oleh negara sudah tepat.
Karena orientasinya kepada kualitas SDM.

"Ini sama persis dengan yang dilakukan Jepang, setelah mereka porak poranda akibat bom atom di Hirosima dan Nagasaki. Saat itu Pemerintah Jepang fokus mengumpulkan para guru untuk prioritas pembangunan SDM,” jelas LaNyalla.

Ia juga meminta KBRI di Seoul untuk memberi masukan kepada pemerintah pentingnya membangun heavy industry, seperti Korea memperkuat Samsung dan yang lainnya, sebagai alat ekspansi bisnis.

Apalagi positioning Korea terbaru, yang akan menjadi negara industri senjata dan pertahanan terbesar di Asia.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik internasional dan global, serta disrupsi ekonomi global, memaksa semua negara di dunia untuk memilih prioritas sebagai positioning keunggulan.

"Korea telah melakukan itu. Ini yang harus segera dilakukan Indonesia. Dengan memetakan keunggulan komparatif dan kompetitif kita,"beber LaNyalla.

Untuk Indonesia, LaNyalla menyebut
sebagai negara kepulauan dengan luasan laut yang lebih besar. Sekaligus jumlah penduduk yang sangat besar.

Sehingga sudah seharusnya Indonesia dengan jeli dan cermat memilih positioning dengan memanfaatkan anugerah yang diberikan Tuhan.

Menurutnya, maka dari Itulah mengapa harus mendukung upaya dan ikhtiar presiden terpilih Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia sejak dari bangku sekolah.

"Karena ini fakta yang tidak terbantahkan. Karena kalau kita search di Google, mengapa Korea maju, yang muncul nomor urut pertama, karena pendidikan. Dan kita harus jujur, mayoritas penduduk Indonesia lulusan SD dan sederajat,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

LaNyalla DPD RI SDM Indonesia Korea Selatan Indonesia presiden terpilih Prabowo Subianto