Mahasiswa UIN Malang Bentuk Gerakan Warga Peduli AIDS

Jurnalis: Millah Irodah
Editor: Irwansyah

17 Januari 2023 04:15 17 Jan 2023 04:15

Thumbnail Mahasiswa UIN Malang Bentuk Gerakan Warga Peduli AIDS Watermark Ketik
Mahasiswa UIN Malang bersama Puskesmas Ngantang sosialisasi Gerakan WPA. (Foto: Dok. UIN Malang for Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Mahasiswa UIN Malang (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) membentuk gerakan Warga Peduki AIDS (WPA). Mahasiswa yang tergabung dalam pengabdian masyarakat KKM 207 berkolaborasi dengan Puskesmas Ngantang, Kabupaten Malang.

Acara ini dipimpin langsung oleh Mardian selaku salah satu petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Ngantang. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyadarkan warga desa Banjarejo mengenai pentingnya kesehatan dan pentingnya mengetahui informasi terkait HIV dan AIDS.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Ibu-Ibu kader yang memiliki hubungan dekat dengan masyarakat, perangkat desa Banjarejo, dan juga mahasiswa KKM 207 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pembahasan khusus yang dijelaskan pada kegiatan ini berupa bagaimana cara menghindari HIV & AIDS dan juga cara memperlakukan pengidap HIV & AIDS di kalangan masyarakat.

Selain itu, pembahasan juga tertuju pada pembentukan WPA. WPA merupakan singkatan dari Warga Peduli AIDS, dan program ini dibentuk untuk melakukan pendekatan secara khusus kepada masyarakat agar masyarakat lebih memahami juga peduli terhadap kasus HIV & AIDS.

Mardian mengungkapkan bahwa pengidap HIV & AIDS tidak akan bisa sembuh total, dikarenakan virus tersebut akan terus berkembang dan akan terus berada didalam tubuh pengidap. Tujuan utama dari pemberian obat dan suntik hanyalah untuk mengurangi laju pertumbuhan virus HIV.

“Pengidap HIV & AIDS itu tidak untuk dijauhi melainkan harus dirangkul dan juga di support. Bantu mereka untuk sembuh dengan melakukan penyuntikan rutin dan minum obat,” jelas Mardian saat memaparkan materinya di Balai Desa Banjarejo Ngantang, Malang, Kamis (29/12/2022).

“Diharapkan dari pembentukan WPA ini dapat menggerakkan masyarat untuk terlibat secara langsung dalam upaya pencegahan penyebaran, pendampingan dan juga penanggulangan HIV & AIDS,” lanjutnya.

Dalam paparan materi dari Puskesdes tercatat bahwa angka tertinggi kedua pengidap HIV & AIDS di Jawa Timur adalah Ibu Rumah Tangga dengan angka 3.140 orang.

Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran oleh pengidap sehingga penyebaran virus tersebut semakin meningkat setiap tahunnya.

Di kecamatan Ngantang sendiri telah tercatat sebanyak 7 orang yang terdeteksi virus HIV dan memiliki kemungkinan penularan kepada pasangan atau bahkan anak di rumah tersebut. Mengingat penularannya melalui hubungan seksual dan juga ASI.

“Tindak lanjut dari acara ini adalah pembentukan WPA. Selanjutnya masih akan didiskusikan bersama perangkat desa serta Ibu Kader Kesehatan yang ada di Desa Banjarejo. Hal ini akan dilakukan secepatnya sebagai tindakan untuk mencegah berkembangnya virus HIV di Desa Banjarejo ini," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang