Musim Penghujan di Pacitan Tapi Kok Masih Kemarau? Ini Penyebabnya

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Muhammad Faizin

16 Januari 2024 12:17 16 Jan 2024 12:17

Thumbnail Musim Penghujan di Pacitan Tapi Kok Masih Kemarau? Ini Penyebabnya Watermark Ketik
Radite tengah tunjuk pergerakan angin muson pada monitor peta cuaca. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Hujan sehari-hari yang identik dengan bulan Januari, seolah tidak berlaku tempo ini.

Sebab, meski telah memasuki musim penghujan, cuaca di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terpantau masih diselimuti kondisi gersang dan cenderung terik.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro, membenarkan bahwa wilayah Pacitan sedang memasuki musim penghujan. Tetapi kondisinya masih kering kemarau.

Radite mengatakan, penyebab intensitas hujan masih rendah tersebut karena fenomena La Nina masih ada sedikit. Hal ini sesuai dengan rilis BMKG yang menyatakan bahwa saat ini telah masuk musim penghujan namun masih suhu terasa panas menyengat.

"Penyebab kenapa intensitas hujan masih rendah itu. Karena La Nina-nya itu masih ada sedikit. Jadi, sesuai rilis BMKG bahwa saat ini terjadi musim penghujan tapi masih ada kemarau," terangnya kepada media nasional ketik.co.id, Selasa (16/1/2024).

Selain La Nina, pergerakan angin muson barat yang lambat juga menyebabkan massa udara basah dari Samudra Hindia tidak terdistribusi secara merata di wilayah Indonesia. Akibatnya, curah hujan di beberapa wilayah, termasuk Pacitan, masih relatif rendah.

"Jadi, penyebab hujan itukan angin barat. Angin barat ini posisi yang membawa musim hujan, dan saat ini posisinya masih di utara Pulau Jawa," imbuh Radite melanjutkan.

Begitu pula fenomena El Nino yang juga turut memengaruhi pola cuaca. Dampaknya, dapat menyebabkan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat dan banjir di beberapa wilayah, atau malah sebaliknya.

"Nah, apabila posisi angin yang berbentuk pusaran ini mulai mendekat. Ini dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi bahkan banjir," paparnya sambil menunjuk monitor pantauan peta cuaca.

Menurut Radite hujan baru-baru ini merupakan awal saja. Puncaknya sesuai prediksi BMKG akan terjadi pada bulan Februari 2024 mendatang.

Lebih lanjut, BPBD Pacitan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat juga diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi musim penghujan yang lebih dari biasanya.

"Kami saat ini terus melakukan koordinasi dengan semua pihak, khususnya Desa untuk selalu update perkembangan wilayah dan membantu mensosialisasikan ke warganya terkait kondisi terkini," papar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggoro. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cuaca di Pacitan KAPAN HUJAN DI PACITAN Fenomena La Nina Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggoro BMKG