Obat Tak Ampuh Lawan Varian Covid 19 Ditarik dari Pasaran

Jurnalis: Kuncoro S.
Editor: Rudi

4 Februari 2023 07:36 4 Feb 2023 07:36

Thumbnail Obat Tak Ampuh Lawan Varian Covid 19 Ditarik dari Pasaran Watermark Ketik
Tetep harus booster 2. (Foto:Istimewa)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah tetap mewaspadai varian Covid19 yang mulai terdeteksi masuk Indonesia. Varian baru tersebut adalah Kraken yang mengantikan varian Omicron.  

Agar masyarakat tetap sehat dan tidak terkena varian baru tersebut, vaksin booster 2 sudah mulai dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. Apa semua obat vaksin ini manjur untuk menanggulangi varian Covid 19 ?

 Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC AS) mendesak orang dengan sistem kekebalan yang lemah untuk kembali melakukan tindakan pencegahan ekstra. Ini termasuk mengenakan masker, menerapkan jarak sosial dan menghindari keramaian di dalam ruangan.

Pedoman muncul setelah Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) menarik otorisasi Evusheld pekan lalu, sebagaimana dilaporkan CNBC International.. Obat antibodi kombinasi buatan AstraZeneca ini dilaporkan tak mempan mencegah Covid-19 subvarian Omicron yang dominan, padahal ia digunakan oleh mereka yang memiliki sistem kekebalan lemah sebagai perlindungan tambahan.

"FDA menarik Evusheld karena tidak efektif melawan 95% subvarian Omicron yang beredar di AS. Ini termasuk subvarian XBB yang sekarang menyebabkan 64% kasus baru, serta keluarga BQ yang bertanggung jawab atas 31% infeksi yang dilaporkan," bunyi laporan itu.

Meskipun sebagian besar orang Amerika telah kembali ke kehidupan normal karena kasus pandemi Covid menurun, orang dengan sistem kekebalan yang lemah tetap berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah. Apalagi mereka tidak memiliki respons kekebalan yang kuat terhadap vaksin.

"Jadi, penting bagi orang dengan sistem kekebalan yang lemah untuk tetap mendapatkan vaksin Covid mereka dengan menerima penguat Omicron karena suntikan tersebut dapat memangkas risiko penyakit parah," kata CDC AS.

"Jika Anda memiliki sistem kekebalan yang lemah dan mengalami gejala Covid, Anda harus menjalani tes sesegera mungkin dan menerima pengobatan dengan antivirus dalam lima hingga tujuh hari," tambah CDC.’

Antivirus yang tersedia saat ini di AS termasuk Paxlovid, Remdesivir atau Molnupiravir. Namun pasien harus berkonsultasi dengan dokter masing-masing untuk mengetahui pengobatan mana yang terbaik.

Sebagai informasi, beberapa orang tidak dapat menggunakan Paxlovid karena interaksinya dengan penggunaan obat lain. Seperti orang dengan sistem kekebalan yang lemah termasuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi, pasien transplantasi organ yang minum obat untuk transplantasi mereka, orang dengan infeksi HIV lanjut, dan mereka yang lahir dengan defisiensi imun.(*)

Tombol Google News

Tags:

vaksin Covid booster