Pekan Kedua Ramadan, Warga Pacitan Antusias Ikuti Rontek Gugah Sahur Bak Suporter Bola

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

24 Maret 2024 09:09 24 Mar 2024 09:09

Thumbnail Pekan Kedua Ramadan, Warga Pacitan Antusias Ikuti Rontek Gugah Sahur Bak Suporter Bola Watermark Ketik
Tradisi Rontek Gugah Sahur di Pacitan pekan kedua Ramadan 1445H, (24/3/2024). (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Memasuki pekan kedua Ramadan 1445 Hijriah, tradisi rontek gugah sahur kian semarak di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan ketik.co.id, pada Minggu (24/3/2024) dini hari, tradisi membangunkan orang sahur ini ramai diikuti warga. Dikisaran ribuan orang turut andil meramaikan.

Meliputi rombongan dari Kelurahan Sidoharjo, Pucang Sewu, Pacitan, Desa Arjowinangun, Widoro, hingga beberapa kelurahan lain di sekitar Pusat Kota. Beberapa di antaranya, tergabung menjadi satu kesatuan rombongan.

Antara pukul 02.00-03.00 WIB, para penabuh, tampak melintasi sejumlah ruas jalan Pusat Kota. Misalnya dari sisi utara, rombongan melewati Jalan Laksamana Yos Sudarso Perempatan Penceng menuju arah barat.

Sisi timur, rombongan via Jalan Panglima Sudirman, sisi selatan dari arah Jalan Gatot Subroto, sisi barat melalui Jalan Ahmad Yani Depan Polres Pacitan. Menempuh rute berkilo-kilo meter, hingga mengitari Alun-alun Pacitan.

Saking ramainya, suasana Rontek tak ubahnya bak suporter pertandingan sepak bola. Para peserta Rontek, yang didominasi anak muda, bersorak semangat mengikuti.

Kian terasa meriah sewaktu penabuh mulai memainkan musik ronteknya, diikuti nyanyian andalan tiap-tiap kompi. Terlebih, penyalaan flare yang juga turut mewarnai keriaan aksi rontek gugah sahur.

Salah satu warga asal Kelurahan Sidoharjo, Ridho Hafid mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di bulan Ramadan.

Foto Potret ribuan warga yang antusias mengikuti rontek. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Potret ribuan warga yang antusias mengikuti rontek. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Momentum akhir pekan, menjadi daya tarik tersendiri baginya. "Kalau malam minggu saya pasti gas ikutan. Karena pasti selalu ramai," ujar pria berusia 24 itu.

Sebagaimana diketahui, kuantitas peserta rontek cenderung selalu ramai saat akhir pekan. Pun, kian meningkat seiring pekan Ramadan menjelang usai.

Puncaknya diprediksi akan terjadi pada minggu pertama di bulan April mendatang. H-1 Hari Raya idul Fitri.

"Ini dilestarikan untuk menyemarakkan Bulan Suci Ramadan," pungkasnya menutup.

Lebih lanjut, tradisi rontek merupakan salah satu kearifan lokal budaya unik yang masih dilestarikan oleh warga. Alat musik yang ditabuh diantaranya adalah kentongan dari bambu, gong, gamelan serta ornamen nada lainnya.

Tak hanya digelar di pusat kota, namun juga berlangsung di wilayah desa dengan berbagai macam kreasinya. Tentunya, hanya ada di bulan suci Ramadan. (*)

Tags:

pacitan Rontek Gugah Sahur RAMADAN 1445H