Pemkab Ngawi-PT SIER Teken MoU Bangun Kawasan Industri

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

11 Januari 2023 07:09 11 Jan 2023 07:09

Thumbnail Pemkab Ngawi-PT SIER Teken MoU Bangun Kawasan Industri Watermark Ketik
Foto : Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono (kiri) bersama Dirut PT SIER Didik Prasetyono menunjukkan MoU Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Ngawi di Wisma SIER, Surabaya, Rabu (11/1/2023). (Foto : Maria Wibowo/KETIK)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Ngawi segera membangun kawasan industri ketahanan pangan dan furniture di dua kecamatan. 

Luas lahan kawasan ini mencapai 1.200 hektare. Pemkab setempat menunjuk PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) sebagai pengelola. 

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap sesuai arahan Kementerian KLHK. Sehingga pelepasan Area Penggunaan Lain (APL) juga berlangsung bertahap. Lokasinya berada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Widodaren dan Kecamatan Karanganyar. Hampir semuanya masuk kawasan hutan milik Perhutani. 

PT SIER telah ditunjuk sebagai pengelola oleh Kabupaten Ngawi melalui surat izin usaha kawasan industri setelah pelepasan kawasan hutan produksi oleh Kementerian KLHK. 

Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Direktur Utama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Didik Prasetyono dengan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. 

MoU berlangsung setelah Rapat Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Ngawi di Wisma SIER, Surabaya, Rabu (11/1/2023). 

MoU ini disebut Bupati Ony sebagai bentuk kerja sama awal percepatan pembangunan kawasan industri di Kabupaten Ngawi. Kemudian bakal ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara teknis termasuk site visit ke kawasan pengolahan limbah. 

Bupati Ony Anwar Harsono mengatakan, percepatan pembangunan kawasan industri ini merupakan amanah Peraturan Presiden (Perpres) 80/2019.

Presiden Jokowi berharap Kabupaten Ngawi mampu memberikan kontribusi berupa investasi terutama dalam bidang agro sesuai potensi Kabupaten Ngawi sebagai lumbung padi nasional. Kemudian juga industri manufaktur dengan polutan rendah, industri pasca panen atau pangan dan furniture seperti arahan presiden.

"Sehingga diharapkan Kabupaten Ngawi ini punya kawasan industri tematik bidang ketahanan pangan," terang Bupati Ony. 

Sampai hari ini, lanjut Ony, Tim Terpadu KLHK sudah melakukan rekomendasi dan akan diturunkan pengalihan hutan tanaman produksi kepada peruntukan kawasan industri. 

Anggaran pengembangan kawasan tersebut berasal dari swasta sesuai skema Perpres 80/2109.

"Jadi kalau di Perpres 80/2109 kan ada skema penganggaran dari APBN, KPBU, swasta murni. Lha ini termasuk yang swasta murni. Karena pak presiden berharap ketika investasi itu bisa dikembangkan oleh swasta tentu saja tidak menyedot banyak APBN," ungkapnya. 

Nantinya HPL dari Kementerian KLHK yang berpindah dari hutan produksi ke kawasan industri harus langsung bermanfaat. Oleh karena itu dibutuhkan pengelola profesional. Sehingga ketika beralih pengelolan, manfaatnya dapat terserap secara maksimal bagi masyarakat termasuk warga kawasan hutan yang telah lama melakukan kegiatan ekonomi kerakyatan di area Perhutani tersebut. 

"Tahap pertama ini kurang lebih ada 255 hektare yang nantinya Insya Allah Maret akan dilepas oleh Kementerian KLHK kepada Pemda Ngawi yang kemudian HPL (Hak Pengolalaan Lahan) nya nanti digarap dikerjasamakan oleh PT SIER," jelas Ony. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT SIER Didik Prasetyono menjelaskan, usai rapat pembahasan dan MoU hari ini, selanjutnya akan dilakukan pembentukan tim bersama guna mengakselerasi langkah-langkah terutama terkait pondasi serta rancangan bisnis ke depan.

Kawasan industri di Kabupaten Ngawi ini akan dibuat hampir mirip dengan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). 

"PT SIER berpengalaman membentuk kawasan baru di lokasi baru setelah SIER ini," ucapnya. 

Didik juga optimistis kehadiran kawasan industri tersebut dapat menarik sejumlah investor baik pemodal asing maupun nasional. 

Ia memperkirakan angka Penanaman Modal Asing (PMA) cukup tinggi sekitar 50 persen. Sementara selebihnya berupa industri pangan yang akan didominasi oleh investor nasional. 

"Tapi investor asing tidak menutup kemungkinan kalau kita bisa menyajikan infrastruktur kawasan industri Ngawi yang jauh lebih menjanjikan dari wilayah-wilayah lain. Jadi kekuatan salah satunya adalah kestabilan masyarakat Ngawi yang dikenal sebagai masyarakat rajin," paparnya. 

Didik pun melihat saat ini pihaknya masih menjajaki karakter sejumlah investor asing potensial. Kawasan industri Ngawi akan menjadi salah satu bahan pameran industri di Hannover Messe April 2023 di Jerman. 

"SIER diundang ke sana oleh Kemenperin. Ngawi sudah akan mulai kita dagangkan di sana," ujar Didik.

Setelah launching hari ini pihaknya akan melakukan promosi kepada sejumlah calon investor terutama sektor industri ketahanan pangan. 

Apalagi Kabupaten Ngawi merupakan daerah penghasil padi terbesar di Indonesia mencapai 920 ribu ton per tahun. 

Kondisi ini menjadi andalan sekaligus peluang bagi bisnis industri pengolahan pangan di masa depan. 

"Akan menjadi prioritas kami dalam konteks pemasaran," kata dia. 

Sebagai langkah awal, PT SIER tengah menunggu kepastian lahan dari Kementerian KLHK sembari mempersiapkan master plan infrastruktur jalan, saluran air, sumber energi dan alokasi air bersih. 

Semua upaya tersebut guna memastikan agar kawasan industri ini ekonomis dan berkelanjutan. 

Ia menargetkan pada akhir tahun ini sudah mulai ada inisiasi kawasan dan kurang dari empat tahun sampai pada tangan pertama. 

"Master plan kami tentunya kita lihat di pengembangan kawasan kami di PIER butuh paling tidak empat tahun untuk pematangan kawasan. Tapi langkah tindak untuk menyiapkan itu sudah kita lakukan di akhir tahun ini," ucap Didik.(*)

Tags:

PT Surabaya Industrial Estate Rungkut SIER Pemkab Ngawi Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono Didik Prasetyono